SERIKATNEWS.COM – Amazon gencar memerangi produk palsu. Sepanjang 2020, Amazon telah memusnahkan dua juta barang palsu.
Platform penjualan online tidak sepenuhnya menjual produk asli. Begitu pun untuk layanan Amazon, meski masih banyak orang yang menganggap keseluruhan yang dijual adalah asli.
Dilansir Review Geek, Senin 17 Mei 2021, jaringan penjual pihak ketiga Amazon disinyalir jadi tempat berlindung bagi pemalsu produk yang dijual. Di antaranya pakaian, peralatan aksesori, dan komputer palsu.
Untuk itu, sejak 2019 Amazon memulai kampanye melawan barang palsu. Lalu mengembangkan Counterfeit Crimes Unit pada 2020. Pada awal debutnya, kampanye ini belum terlalu membantu menekan penjualan barang palsu di Amazon.
Melalui Brand Protection Report yang dirilis Amazon beberapa waktu lalu, perusahaan mengklaim telah memusnahkan lebih dari 2 juta produk palsu yang diikirim ke pusat distribusi perusahaan. Juga telah memblokir 10 miliar daftar produk yang dicurigai. Kemudian, telah memblokir sebanyak 6 juta akun penjual yang mencurigakan.
Berdasar laporan tersebut, hanya 0,01 persen barang palsu yang terjual pada tahun 2020. Kemudian, hanya 7.000 orang yang melaporkan barang tiruan ke Counterfeit Crimes Unit Amazon.
Hal ini masih tampak sebagai statistik yang sangat rendah, dengan hanya memperhitungkan pelanggan yang melaporkan barang palsu.
Meskipun menghancurkan produk palsu cukup boros, tetapi Amazon menegaskan bahwa mereka tidak ingin produk tiruan tersebut kembali ke pasar penjual.
Sejauh ini Amazon mengklaim kampanye anti-pemalsuannya berjalan baik. Namun, masih butuh upaya lebih lagi. Sebab, masih mudah menemukan barang yang kemungkinan palsu di layanannya.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...