Connect with us

News

Solo KLB Virus Corona, 62 Orang Dikarantina

Published

on

Solo
Pemkot Solo bergerak cepat menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) virus Coron. (Foto: Liputan6)

SERIKATNEWS.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta menyatakan kejadian luar biasa (KLB) terhadap virus corona atau Covid-19 setelah satu dari dua pasien positif corona yang dirawat di RSUD Dr. Moewardi Surakarta meninggal dunia.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo setelah menggelar rapat terbatas dengan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Loji Gandrung Solo, Jawa Tengah, Jumat (13/3/2020) malam.

“Memutuskan, menetapkan Solo KLB virus corona. Suratnya sudah diputuskan malam. Besok pagi sudah kita keluarkan surat itu,” kata Rudy.

Rudy mengatakan alasan penetapan KLB karena Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan Jateng KLB corona. Setelah Solo ditetapkan KLB virus corona, pihaknya mengambil langkah untuk mengantisipasi penyebarannya.

“Antara lain, penyelenggaraan Car Free Day setiap Minggu pagi diliburkan sampai batas waktu yang belum ditentukan. Kemudian, menghindari banyak kerumunan warga,” jelasnya.

Di samping itu, lanjut Rudy, kegiatan belajar dan mengajar (KBM) di sekolah jenjang SD dan SMP/MTs diliburkan dan belajar di rumah. Menurut Rudy, sekolah jenjang SD dan SMP diliburkan sampai surat keputusan KLB dicabut.

“Karena masih ujian, untuk SMA/SMK diliburkan setelah ujian selesai. Tetapi kegiatan PHBS tetap harus dilaksanakan,” imbuh Rudy.

Sebelumnya, satu pasien yang dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Moewardi Surakarta, Jawa Tengah, meninggal dunia pada Rabu (11/3/2020).

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto, saat dikonfirmasi mengenai hasil pemeriksaan pasien meninggal tersebut menyebutkan bahwa hasil pemeriksaan yang bersangkutan menunjukkan positif Covid.

“Iya, terakhir kita ketahui bahwa hasilnya positif (Covid-19),” kata Yuri seperti dikutip dari Kompas.com, Jumat (13/3/2020).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta Siti Wahyuningsih pun memberlakukan karantina mandiri selama 14 hari terhadap 62 orang. Mereka dipastikan kontak dekat dan kontak erat dengan pasien positif corona atau Covid-19.

Baca Juga:  Tanggapan Cak Imin Terhadap Kasus Korupsi Berjemaah DPRD Malang

Adapun ke-62 orang itu terdiri dari:

  1. Tenaga kesehatan ada 16 orang dari RS Dr Oen Kandang Sapi
  2. Tenaga kesehatan RS Dr Oen Solobaru ada 15 orang
  3. Klinik Mojosongo ada 6 orang
  4. Keluarga pasien ada 12 orang di Kadipiro
  5. Kontak dekat pasien di Semanggi ada 6 orang
  6. Karyawannya ada 7 orang
Advertisement

Popular