SERIKATNEWS.COM – Organisasi Serikat Pemuda Peduli Desa (SP2D) kembali mendatangi Kantor Kecamatan Guluk-guluk pada Senin (4/9/2023). Kedatangan mereka dalam rangka gelar audiensi bersama stakeholder Kecamatan Guluk-guluk, Kabupaten Sumenep.
Dalam audiensinya, mereka (SP2D) mempertanyakan kinerja stakeholder Kecamatan Guluk-guluk ihwal maraknya peredaran rokok ilegal di wilayah setempat.
Kepada Serikat-News, Sauqy Alambara mengungkapkan, bahwa dalam beberapa dekade ini rokok ilegal di wilayah Kecamatan Guluk-guluk semakin masif dan sulit dibendung. “Setiap hari rokok tanpa pita cukai itu terus saja diproduksi tanpa beban pelanggaran, imbauan maupun regulasi,” ungkapnya.
Karena itu, Ketua Umum Solidaritas Pemuda Peduli Desa (SP2D) Sauqy Alambara dalam audiensinya menyampaikan bahwa ini merupakan langkah awal untuk bersinergi dengan stakeholder dalam mengawal peredaran rokok ilegal di wilayah Kecamatan Guluk-guluk. “Sebab, pihak bea cukai kurang berperan aktif dalam pemberantasan dan penanganan rokok ilegal di Kecamatan Guluk-guluk,” jelasnya.
Menurut Rais Yusuf, Camat Guluk-guluk, pihak kecamatan tidak punya wewenang untuk melakukan pencegahan terhadap peredaran rokok ilegal. “Kami selaku camat hanya melakukan tindakan seperlunya seperti banner, face to face serta tindakan yang menurut kami perlu. Seperti mendatangi warung-warung dan tempat nongkrong untuk mensosialisasikan rokok ilegal,” paparnya.
Di akhir audiensi, organisasi SP2D berjanji akan terus memantau sejauh mana perkembangan stakeholder dalam mengontrol dan mengatasi peredaran rokok ilegal di Kecamatan Guluk-guluk. Pasalnya, organisasi SP2D melihat dalam setiap kali pihak stakeholder turun ke lapangan, pola penindakannya terkesan remeh temeh.
“Kita bertanya-tanya kenapa langkah Camat, Polsek dan Dandim hanya berhenti di warung dan benner saja. Sedangkan pabrik rokok yang jelas-jelas memproduksi rokol ilegal mereka biarkan, kenapa?” tanyanya memungkasi audiensi.
Jurnalis Serikat News Sumenep, Jawa Timur
Menyukai ini:
Suka Memuat...