Connect with us

Ekonomi-Politik

Sri Mulyani Nyatakan Banyak Badan Usaha Curang ke BPJS Kesehatan

Published

on

sri mulyani

SERIKATNEWS.COM – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terhadap BPJS Kesehatan. Salah satu temuannya adalah banyak badan usaha yang curang dalam melaporkan data kepada BPJS Kesehatan.

“Banyak badan usaha yang curang misalnya jumlah karyawan yang dikurangi supaya iurannya sedikit, kemudian ada yang melaporkan gaji dikurang-kurangi,” kata Sri Mulyani saat rapat kerja dengan Komisi Keuangan, DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Beberapa temuan dari hasil audit BPJS Kesehatan lainnya adalah masih banyaknya data yang belum terintegrasi, misalnya dulu dari Jamkesda atau Jamkesmas lainnya. Menurut Sri Mulyani, integrasi data ini akan dapat diselesaikan dalam tahun 2019. Saran yang dapat diberikan adalah BPJS Kesehatan agar bekerja sama dengan dinas-dinas terkait agar kepatuhan meningkat.

Di hadapan Komisi XI DPR, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan akar permasalahan penyebab defisit keuangan BPJS Kesehatan. Salah satu penyebab utamanya adalah iuran BPJS Kesehatan terlalu kecil dengan menawarkan banyak manfaat, namun risikonya juga terlalu besar.

Kemudian penyebab kedua adalah banyak peserta BPJS PBPU yang mendaftarkan pada saat sakit, kemudian setelah sembuh tidak membayarkan lagi iurannya. Selanjutnya, tingkat peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) masih cukup rendah, sekitar 54 persen, sementara tingkat utilitasnya cukup tinggi.

“Terakhir adalah beban pembiayaan penyakit katastropik yang sangat besar, yakni lebih dari 20 persen dari total biaya manfaat BPJS Kesehatan,” ujarnya.

Baca Juga:  Yusril: PBB Mengerucut Ke Jokowi-Ma'uf
Advertisement

Popular