Ulama di Pasaman Barat Ajak Masyarakat Tak Ikut-ikutan People Power

8
Ulama
Ilustrasi (Net)

SERIKATNEWS.COM – Ulama di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif setelah Pilpres 2019. Masyarakat diminta tidak terbawa isu-isu dan dinamika politik yang berpotensi memecah belah bangsa.

“Seperti isu people power dan sebagainya. Mari jaga negeri kita ini supaya aman, tenteram dan damai,” kata ulama Pasaman Barat, Syawal Syuro, di Simpang Empat, Jumat (17/5/2019).

Menurutnya, dalam pemilu tentu ada yang menang dan ada yang kalah. Meskipun nanti ada ditemukan kejanggalan atau kecurangan, tempuhlah jalur yang sudah ditentukan. Dalam berdemokrasi, ada mekanismenya. Bila tidak puas dengan hasil pemilu, gugatan bisa diajukan lewat Mahkamah Konstitusi (MK).

“Ikuti saja mekanisme yang ada,” ujarnya.

Syawal juga mengajak semua pihak untuk menghormati proses yang ada saat ini. Jangan memunculkan isu yang nantinya dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

“Saat ini rekapitulasi perhitungan suara di KPU pusat sedang berlangsung. Ikuti saja prosesnya dan jika ada kejanggalan maka perlihatkan saat rekapitulasi,” katanya.

Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak mudah terpancing dengan isu yang dapat memecah belah bangsa. Masyarakat diharapkan dapat menunggu hasil resmi pengumuman dari KPU pada 22 Mei nanti.

“Saling klaim kemenangan tentu sah-sah saja dalam Pemilu. Resminya tentu dari KPU. Kita sebagai warga mari jaga persatuan dan kesatuan yang ada. Jangan mudah percaya dengan berita hoaks,” imbuhnya.

Baca Juga:  Moeldoko-Hanif Luruskan Pandangan Keliru Soal Perpres TKA