UMKM Probolinggo Siap Naik Kelas, Akses Pasar Nasional Mulai Dibuka
Penulis: Ibrohim Zidni
Sabtu, 27 Desember 2025 - 21:55 WIB
Pelaku UMKM Kabupaten Probolinggo mendengarkan pemateri di acara pelatihan yang digelar di Resto J’bing 3. (Foto: Serikat-News)
PROBOLINGGO – Upaya mendorong pelaku UMKM Kabupaten Probolinggo agar mampu menembus pasar nasional terus digencarkan. Salah satunya melalui pelatihan yang digelar di Resto J’bing 3, Kecamatan Dringu, Sabtu (27/12/2025).
Kegiatan yang diikuti ratusan pelaku UMKM ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kapasitas usaha, mulai dari pengelolaan produk, kualitas layanan, hingga perluasan jejaring pemasaran.
Ketua Pelaksana kegiatan, Irfan Ardiansyah, menegaskan bahwa produk-produk UMKM Probolinggo memiliki potensi besar untuk berkembang jika didukung akses pasar yang tepat.
Menurutnya, promosi hingga ke tingkat pusat menjadi salah satu langkah strategis agar produk lokal semakin dikenal luas dan mampu bersaing dengan produk dari daerah lain.
“UMKM Probolinggo punya kualitas. Tinggal bagaimana kita membuka akses dan memperluas pasar agar penjualan meningkat dan pelaku usaha bisa naik kelas,” ujarnya.
Sesi foto bersama dengan para pelaku UMKM di Kabupaten Probolinggo. (Foto: Serikat-News)
Irfan juga mengajak seluruh peserta untuk terus berproses dan tidak berhenti belajar. Ia menilai pelatihan ini bukan tujuan akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang membangun UMKM yang mandiri dan berdaya saing.
Sebagai tindak lanjut, panitia juga menyiapkan wadah komunikasi khusus bagi para peserta. Grup tersebut akan difungsikan sebagai ruang berbagi informasi, relasi bisnis, hingga pendampingan pengurusan legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal.
Sementara itu, Pendamping UMKM Jawa Timur, Selvi Agustin, menekankan pentingnya konsistensi kualitas produk di tengah persaingan yang semakin ketat. Ia mengingatkan bahwa kelalaian menjaga mutu dapat berujung pada hilangnya kepercayaan konsumen.
“Ketika ada keluhan, pelaku UMKM harus bertanggung jawab dan terbuka. Profesionalisme menjadi kunci agar usaha bisa bertahan dan berkembang,” jelasnya.
Selvi juga mendorong pelaku UMKM untuk rutin melakukan evaluasi usaha, termasuk pencatatan penjualan. Menurutnya, kebiasaan mencatat dan menganalisis produk laris maupun kurang diminati akan membantu pelaku usaha mengambil keputusan yang lebih tepat.
Tak hanya berbagi materi, Selvi turut memberikan apresiasi kepada peserta yang aktif dengan membagikan produk UMKM miliknya sebagai bentuk motivasi.
Narasumber lainnya, pengusaha muda Taufiq Hidayatullah, mengajak seluruh peserta untuk menumbuhkan budaya mencintai produk lokal. Ia menilai dukungan nyata terhadap UMKM tidak hanya berhenti pada produksi, tetapi juga pada kebiasaan membeli produk sesama pelaku usaha.
“Dengan membeli produk lokal, kita ikut menggerakkan ekonomi daerah dan berkontribusi menekan angka kemiskinan,” katanya.
Taufiq menegaskan bahwa pendampingan terhadap UMKM, khususnya terkait legalitas usaha, akan terus dilakukan. Ia memastikan proses pengurusan NIB dan sertifikasi halal akan didampingi hingga tuntas.
“Semangat ini tidak berhenti di sini. Insyaallah kita akan bertemu lagi di tahun 2026 dengan UMKM Probolinggo yang lebih siap dan berdaya saing,” pungkasnya.
PROBOLINGGO – MUI Kabupaten Probolinggo mendorong seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), memiliki sertifikasi
PROBOLINGGO – Anggota Komisi VIII DPR RI, Dini Rahmania, kunjungi Pasar Leces, Kabupaten Probolinggo, Rabu (29/4/2026). Kehadirannya disambut antusias oleh
PROBOLINGGO – Bupati Probolinggo, dr. Mohammad Haris, mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo untuk tidak menggunakan
PROBOLINGGO – Pemkab Probolinggo, kembali mengaktifkan program Bike to Work (B2W) dengan bersepeda. Kebijakan ini diambil ditengah menguatnya wacana penghematan