SERIKATNEWS.COM – Ratusan anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UIN Walisongo Semarang mengadakan aksi solidaritas Gruduk Pantura. Mereka menutup Jalan Pantura dari arah Kalibanteng menuju Mangkang, Kamis, 10 Februari 2022.
Mereka melakukan aksi solidaritas untuk warga Desa Wadas, Kabupaten Purworejo, penolak pengukuran tanah di Desa Wadas beberapa waktu yang lalu.
Koordinator Biro Sosial dan Politik PMII, M Mun’im mengatakan bahwa pihaknya mengutuk aksi represif oleh aparat kepada warga Desa Wadas.
“Menuntut Gubernur Jawa Tengah untuk mengkaji ulang penerbitian IPL (Izin Penetapan Lokasi) yang terindikasi tidak sesuai dengan prosedur perundang-undangan yang berlaku di Indonesia,” katanya.
Selain itu, pihaknya menolak penerbitan pembaruan IPL (Izin Penetapan Lokasi) yang jelas bertentangan dengan peraturan perundang-undangan dan asas umum pemerintahan yang baik.
“Kita mengutuk keras dugaan represifitas aparat kepolisian terhadap warga yang mempertahankan hak atas tanahnya,” tegasnya.
Untuk diketahui, ada 5 poin yang menjadi tuntutan dalam aksi solidaritas ini:
- Menuntut Gubernur Jawa Tengah untuk mengkaji ulang penerbitian IPL (Izin Penetapan Lokasi) yang terindikasi tidak sesuai dengan prosedur perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
- Menolak penerbitan pembaruan IPL (Izin Penetapan Lokasi) yang jelas bertentangan dengan peraturan perundang-undangan dan asas umum pemerintahan yang baik (good geverment & goodgovernance).
- Mengutuk keras dugaan represifitas aparat kepolisian terhadap warga yang mempertahankan hak atas tanahnya.
- Mengajak seluruh kader PMII Komisariat UIN Walisongo Semarang untuk ikut serta dalam mengawal isu perampasan ruang hidup di Wadas.
- Kami mengultimatumkan, bila terhitung 7X24 jam tuntutan ini tidak dikabulkan, maka PMII Komisariat UIN Walisongo kembali turun menduduki Pantura dengan massa yang lebih besar.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...