SERIKATNEWS.COM – Persidangan kasus pengaturan skor sepakbola yang sedang berjalan adalah pembuktian bagi aparat penegak hukum dan harapan bagi seluruh pecinta sepakbola tanah air. Khususnya Satgas Anti Mafia Bola yang notabene lembaga yang baru terbentuk khusus menangani persoalan kasus mafia bola.
Masyarakat Anti Mafia Sepakbola (MAMS) mengatakan bahwa penundaan sidang dengan tersangka Joko Driyono terkait kasus pencurian dan pemberatan atau menghilangkan barang untuk pembuktian dan menghalangi pemeriksaan terkait kasus pengaturan skor patut diperhatikan secara seksama.
“Jangan sampai pengunduran kasus memberi kesempatan bagi kelompok mafia sepakbola mengadakan konsolidasi dan ‘bernegosiasi’ dengan aparat penegak hukum untuk penyelesaian kasus tersebut dan membebaskan tersangka,” kata Wanto, Koordinator Masyarakat Anti Mafia Sepakbola, melalui keterangan tertulisnya yang diterima serikatnews.com, Minggu (23/6/2019).
Menurut Wanto, sudah jelas Joko Driyono memerintahkan sopir dan office boy mengambil barang yang diduga sebagai barang bukti pengaturan skor. Tindakan Joko Driyono tersebut sudah jelas ada sesuatu yang penting dan besar yang ingin ditutupi sehingga dengan sadar melakukan tindakan melawan hukum. Dengan demikian, MAMS mendorong Satgas Anti Mafia Bola sebagai pembuktian kalau lembaga ini benar-benar bisa dipercaya.
“Kami Masyarakat Anti Mafia Sepakbola (MAMS) akan terus melakukan pengawalan kasus tersebut sampai tuntas hingga akar-akarnya, sebagai pembuktian keseriusan mengawal kasus tersebut kami pernah melakukan aksi unjuk rasa ke Mabes Polri meminta dan mendukung Satgas Anti Mafia Bola serius dalam penuntasan kasus tersebut tanggal 30 Mei 2019. Kami juga meminta keterlibatan Komisi Yudisial (KY) aktif mengawasi jalannya persidangan. Serta mengkonsolidasikan kepada seluruh pecinta sepakbola tanah air di berbagai daerah untuk ikut bergerak mengawal kasus tersebut,” ujarnya.
Kemudian Wanto menegaskan, Joko Driyono adalah aktor penting untuk mengungkap siapa saja kelompok atau big bos mafia sepakbola tanah air. Joko Driyono harus bisa dijadikan Justice Collaborator (JC), dalam aksi sebelumnya MAMS menduga Nirwan Bakrie yang memiliki relasi yang cukup spesial terlibat dalam kasus yang menimpa Joko Driyono.
“Kita tahu juga bahwa saksi dalam kasus persidangan tersebut Kokoh Afiat juga merupakan relasi dari Nirwan Bakrie. Sebagai catatan bahwa Nirwan Bakrie pernah disebutkan sebagai dalang pengaturan skor pada saat final Piala AFF 2010,” imbuhnya.
Sesuai dengan harapan masyarakat pecinta sepakbola tanah air, Masyarakat Anti Mafia Sepakbola (MAMS) menuntut:
- Meminta Satgas Anti Mafia Bola menangkap dan memeriksa Nirwan Bakrie, berdasarkan tempat kejadian penghilangan barang bukti dan jejak rekam Joko Driyono yang pernah menjadi manajer Pelita Jaya yang didirikan tahun 1986 oleh dengan terduga mafia sepakbola Nirwan Bakrie.
- Meminta kepada Satgas Anti Mafia Bola dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menjadikan Joko Driyono sebagai Justice Collaborator (JC) dalam penuntasan mafia bola yang mengarah dengan terduga Nirwan Bakrie.
- Meminta Komisi Yudisial (KY) aktif mengawasi jalannya persidangan, karena diduga ada tangan-tangan tak terlihat (invisible hand) berusaha untuk memutus mata rantai kasus mafia bola hanya sampai pada tersangka Joko Driyono.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...