SERIKATNEWS.COM – Menteri Keuangan masih terus memantau pergerakan harga komoditas batu bara untuk memastikan pencapaian akhir tahun Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di sektor minerba.
Menurut Sri Mulyani, meskipun saat ini Harga Batubaca Acuan (HBA) terus mengalami penurunan, tapi belum dapat disimpulkan pengaruhnya terhadap target PNBP sektor minerba 2019. Pasalnya, harga komoditas tersebut akan terus mengalami pergerakan.
Sri Mulyani juga menegaskan bahwa perubahan harga di sektor minerba, migas, maupun kelapa sawit tidak hanya akan memengaruhi PNBP tetapi juga penerimaan pajak.
“Kalau komoditas harganya kan bergerak, nanti kita lihat sampai akhir tahun harga minyak, harga batu bara, harga kelapa sawit, tentu memengaruhi PNBP tetapi juga pajak kita,” paparnya, Sabtu (12/10/2019).
Berdasarkan data Kementerian ESDM, hingga Jumat (11/10), PNBP sektor minerba telah mencapai 77,44 persen dari target atau terealisasi sebesar Rp33,51 triliun. Tahun ini, PNBP sektor minerba ditargetkan menyentuh Rp43,27 triliun.
Pada Oktober 2019, HBA adalah sebesar US$64,8 per metrik ton atau terendah sejak Oktober 2016. Nilai HBA cenderung terus mengalami penurunan sejak Oktober 2018. Kondisi ini akan semakin membuat PNBP sektor minerba sulit tercapai. Pasalnya, komoditas tersebut menyumbang 80 persen dari keseluruhan PNBP minerba. (Ekonomi Bisnis)
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...