SERIKATNEWS.COM – Imej jelek yang acapkali dilekatkan pada aktivis mahasiswa seketika runtuh pada saat Ila dinobatkan menjadi wisudawati terbaik Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) pada Kamis (28/10/2021) di aula Assyarkawi, Annuqayah.
Perempuan yang merupakan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sumenep Komisariat Lancaran Guluk-Guluk ini berhasil meraih nilai tertinggi dengan raihan IPK 3, 84.
Sosok perempuan yang akrab disapa Ila ini oleh kawan-kawannya punya nama lengkap Jazilatin Nazilah. Kelahiran Sumenep, 7 Pebruari 1999, asal desa Pore, Lenteng.
Sejak kecil ia habiskan kesehariannya di dunia pendidikan. SDN Cangkreng I (2005-2011), SMPi Terpadu Siding Puri (2011-2014), MA 1 Annuqayah Putri (2014-2017) dan INSTIKA (2017-2021).
Menurut Ila, menjadi mahasiswi cum aktivis itu haruslah pintar memenej waktu dengan baik, antara kegiatan yang ada di kampus dan juga di luar kampus.
Tips sukses menjadi wisudawati terbaik menurutnya adalah jangan menunda waktu untuk sesuatu yang baik. Tetap percaya diri karena tanpa mencoba kita tak akan pernah bisa, jangan takut untuk mencoba.
Ketika ditanya ihwal stigma negatif yang diterima seorang aktivis, ia menjawab bahwa bagi dirinya stigma tersebut tidak lah benar, sekalipun memang ada beberapa yang membenarkannya, tapi tidak seharusnya stigma tersebut diberikan kepada aktivis. Karena sifat kemalasan dan ketidakpedulian itu memang sudah manusiawi. Jadi setiap orang pasti merasakan hal itu, bukan hanya aktivis saja.
Dirinya berpesan, bahwa aktivis haruslah memberanikan diri untuk melawan arus dan menepis stigma-stigma negatif terhadap dirinya. Karena proses yang Yang dilakukan saat ini untuk memantaskan diri di masa mendatang.
Sebagai seorang perempuan, menjadi aktivis di kampung yang notabene masih melihat perempuan dengan sebelah mata itu, menurutnya tidaklah mudah. Butuh tekad dan konsistensi untuk menjalaninya.
“Kita jelaskan kepada mereka, bahwa kegiatan yang saya lakukan baik dan bermanfaat. Kemudian kita buktikan dengan prestasi.
Kepada Serikat News ia mengaku bahagia dengan prestasi yang diraihnya. Sebab, ia bisa membahagiakan kedua orang tuanya, sekaligus bisa membuktikan kepada mereka dan khalayak bahwa menjadi mahasiswi cum aktivis itu juga layak berprestasi. Sebagaimana ia buktikan hari ini.
Menyukai ini:
Suka Memuat...