SERIKATNEWS.COM – Musim panen padi di Kabupaten Sampang, Madura, pada awal tahun 2022 sudah tiba. Sejumlah petani mulai berbondong-bondong memanen padi serta memisahkan gabah dengan alat tradisional.
Untuk meningkatkan produksivitas, petani membutuhkan alat combine (mesin pemanen padi). Sedangkan, untuk mendapatkan mesin combine para petani harus menyewa dari luar daerah, mengingat sebagian wilayah di Kabupaten Sampang tidak memiliki alat tersebut.
Sementara, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertan dan KP) Sampang, Suyono menjelaskan bahwa pihaknya telah berupaya agar hasil panen petani tidak banyak yang hilang, sehingga diarahkan untuk menggunakan alat mesin pertanian (alsintan).
Kedati demikian, pihaknya mengaku telah mengusulkan ke Kementan seperti power threser dan combine harvester. “Akan tetapi memang tidak semua kelompok tani mendapatkan bantuan alat tersebut apalagi harga mesin itu sangat mahal,” jelasnya, Senin 28 Februari 2022.
“Dana DAU tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan tersebut sehingga kami harus mengusulkan ke Kementan,” tambahnya.
Combine bantuan dari Kementan memang ada. Namun sangat terbatas, sehingga belum bisa memenuhi kebutuhan petani sampang.
“Dua tahun terakhir usulan yang kami kirimkan ke Kementan hanya terealisasi 1 unit,” katanya.
Untuk menunjang kesejahteraan petani di Sampang, pihaknya sudah mengusulkan permohonan bantuan alsintan ke kementan baik alsintan pra panen maupun panen dan pasca panen.
“Kami tetap berupaya untuk mengajukan usulan alsintan kepada kementan dalam rangka membantu memenuhi kebutuhan petani,” pungkasnya.
Wartawan Serikat News di wilayah Sampang, Madura
Menyukai ini:
Suka Memuat...