SERIKATNEWS.COM – Ramai diperbincangkan berbagai kalangan masalah patungan dana dari masyarakat (crowdfunding), untuk pembangunan Ibu Kota Nusantara di wilayah Penajam Paser Utara. Salah satunya disampaikan Kepala Otorita IKN Bambang Susantono, yang menyinggung membutuhkan dukungan pembiayaan dari berbagai elemen masyarakat.
Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Timur Hadi Mulyadi mengharapkan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tetap dibiayai pemerintah pusat dan investor. Pembangunan diharapkan tidak membebani masyarakat.
“Mungkin perlu penjelasan lebih rinci apa yang dimaksud dengan patungan dana dari masyarakat untuk pembangunan IKN,” kata Hadi Mulyadi di Samarinda, Minggu 03 April 2022.
Menurut Hadi Mulyadi, dalam skema awal rencana pembangunan IKN yang disampaikan oleh Pemerintah Pusat hanya menyinggung pendanaan dari pemerintah pusat dan para investor. Bukan dana patungan dari masyarakat.
Dikatakan Hadi Mulyadi lebih lanjut, mungkin yang dimaksud dana patungan masyarakat untuk pembangunan IKN adalah masyarakat yang berkecukupan secara finansial. Misalkan para pengusaha tambang, maupun kelapa sawit atau pengusaha di berbagai bidang lainnya.
“Di Kaltim terdapat 30 PKP2B (Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara) dan sekian ribu IUP (Izin Usaha Pertambangan) termasuk perkebunan kelapa sawit. Mereka itulah kita harapkan patungan untuk membangun IKN, jadi masyarakat tidak perlu khawatir, karena patungan yang dimaksud untuk pengusaha, bukan masyarakat,” katanya. (*)
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...