SERIKATNEWS.COM – Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi menilai realitas politik hari ini jatuh pada model polarisasi oposisi biner, terlebih berbasiskan isu-isu SARA. Fenomena itu coba ia angkat agar di pemilu 2024 nanti, model polarisasi tidak terjadi lagi.
Hal tersebut menurut Budi Arie Setiadi sama sekali bukan bentuk ancaman sebagaimana yang dikatakan oleh Adian Napitupulu. Melainkan upaya untuk mengingatkan kembali bagaimana demokrasi merupakan buah reformasi yang di dalamnya terukir cita-cita untuk menyingkirkan KKN dari kehidupan bernegara Republik Indonesia.
“Dalam pernyataan tersebut, saya sama sekali tidak berupaya menihilkan penegakan hukum, dan saya sema sekali tidak meragukan penegakan hukum, terutama selama pemerintahan Jokowi 2014-sekarang. Bagi saya, Pemerintahan Jokowi justru berpegang teguh pada penegakan hukum yang adil dan imparsial, yang bisa dibuktikan di banyak kasus,” kata Budi Arie Setiadi di Jakarta, Sabtu 13 Agustus 2022.
Penekanan Budi Arie justru pada strategi partai politik yang mesti harus jauh lebih hati-hati. Terjadinya kasus penangkapan menteri, petinggi partai politik, kepala daerah, lagislator daerah, terutama dalam kasus korupsi di era demokrasi saat ini, merupakan pekerjaan rumah besar bagi partai politik untuk menyusun strategi dalam menentukan calon yang akan diusung. Strategi yang harus selalu dijadikan landasan oleh partai politik dan kita semua, yakni agar agenda pemberantasan korupsi adalah isu yang harus diwujudkan.
Budi Arie Setiadi juga mengaku sama seperti Adian Napitupulu, yaitu sama-sama percaya bahwa demokrasi adalah sistem yang paling baik pada masa ini. Meskipun pelaksanaan demokrasi tentu berjumpa juga dengan banyak permasalahan, baik ringan maupun berat, akan tetapi demokrasi masih merupakan sistem paling baik saat ini.
Menurutnya, demokrasi memberi ruang bagi publik untuk berpartisipasi dalam politik, menjamin perlindungan hak asasi, menghormati perbedaan, serta penghormatan setingginya pada penegakan hukum. Dan kesemua itu dijamin di dalam konstitusi UUD 1945.
“Jadi, tidak ada sama sekali maksud dari ucapan saya yang bernada ancaman, hanya bentuk kritik-reflektif semata. Justru apa yang saya ungkapkan merupakan bentuk komitmen saya pada demokrasi yang lebih sehat dan bersih dari KKN, yang saya yakin, juga merupakan komitmen saudara Adian Napitupulu,” tegas Ketum Projo Budi Arie Setiadi.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...