PROBOLINGGO – Kamal, mantan narapidana kasus terorisme asal Probolinggo, berbagi pesan Ramadan yang menarik perhatian. Ia menegaskan pentingnya menahan diri, melatih kedisiplinan, dan membiasakan puasa, terutama bagi anak muda.
Menurutnya, puasa bukan sekadar kewajiban agama, tetapi juga bentuk latihan untuk mengendalikan hawa nafsu. Ia percaya bahwa generasi muda harus dibiasakan berpuasa sejak dini, meski terasa sulit.
“Kalau tidak dibiasakan, mereka akan tumbuh tanpa kesadaran menahan diri. Terkadang, memang harus ada dorongan agar mereka menjalankannya,” kata Kamal yang kini bekerja sebagai tukang cat dan poles mobil, Senin (24/3/2025).
Meski harus bekerja di bawah terik matahari, Kamal tetap berpuasa tanpa tawar-menawar. Ia mengakui bahwa kelelahan dan rasa haus sering menghampiri, namun ia yakin bahwa puasa melatih kesabaran dan pengendalian diri.
“Dalam hidup, kita harus bisa menahan diri dari godaan, sama seperti menolak godaan melakukan hal-hal yang tidak benar, termasuk korupsi,” tuturnya.
Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap anak-anak muda yang dengan santai makan dan minum di tempat umum saat Ramadan. Bagi Kamal, hal ini bukan sekadar soal ibadah, melainkan cerminan karakter.
“Jika seseorang tidak terbiasa menahan diri sejak muda, ia akan lebih mudah tergoda dalam berbagai hal, termasuk melakukan kecurangan dan mengambil hak orang lain,” tambah Kamal.
Lebih lanjut, Kamal mengaitkan nilai-nilai puasa dengan masalah korupsi yang masih banyak terjadi di negeri ini. Menurutnya, korupsi muncul karena lemahnya pengendalian diri dan keinginan untuk memperkaya diri tanpa peduli hak orang lain.
“Jika seseorang terbiasa menahan diri, ia tidak akan mudah tergoda oleh harta dan kekuasaan. Sayangnya, banyak orang yang tidak mampu mengendalikan keinginan mereka, sehingga akhirnya merugikan banyak pihak,” tuturnya.
Ia berharap pemerintah lebih serius dalam memberantas korupsi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kita butuh pemimpin yang jujur dan bertanggung jawab. Banyak rakyat yang masih kesulitan hanya untuk makan sehari-hari, sementara para pejabat malah sibuk memperkaya diri,” ujarnya.
Bagi Kamal, puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga bentuk latihan untuk menahan diri dari segala bentuk ketamakan dan kecurangan.
“Seperti puasa yang harus dipaksakan agar menjadi kebiasaan, perjuangan melawan korupsi pun harus ditegakkan dengan disiplin agar negara ini bisa menjadi lebih adil dan sejahtera,” pungkasnya.
Wartawan Serikat News Probolinggo
Menyukai ini:
Suka Memuat...