JAKARTA – Lembaga Pentashih Buku dan Konten Keislaman (LPBKI) Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar Silaturahmi Nasional Forum Penulis dan Konten Kreator Muslim pada Kamis (9/7/2026). Perhelatan yang digelar di Aula Buya Hamka, Kantor MUI Pusat, Jakarta ini ditujukan sebagai momentum strategis untuk memperkuat ekosistem literasi Islam di tengah masifnya arus informasi digital.
Acara yang terselenggara atas kerja sama dengan BAZNAS RI tersebut bertepatan dengan momentum menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dan HUT ke-81 Republik Indonesia. Selain itu, forum ini juga menjadi bagian dari rangkaian agenda menuju Pra Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) yang diinisiasi oleh MUI.
Forum nasional ini mempertemukan para penulis, akademisi, penerbit, pegiat literasi, pengelola perpustakaan, hingga kreator konten Muslim guna menyamakan visi dalam membangun konten keagamaan yang edukatif dan mencerahkan.
Sejumlah narasumber kompeten turut hadir, di antaranya perwakilan Kementerian PPN/Bappenas; Direktur Urusan Agama Islam Kemenag RI, Dr. Arsad Rasyid Lc., M.A.; Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI); serta Kepala Pusat Perbukuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Supriyatno.
Urgensi penguatan literasi ini berkaca pada data Kementerian Agama yang mencatat telah melakukan telaah mendalam terhadap 368 buku umum keagamaan Islam sepanjang periode 2020–2026. Langkah kurasi ketat tersebut diambil sebagai upaya preventif guna menangkal penyebaran paham intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme di ruang publik.
Semangat pembenahan literasi keagamaan ini dinilai selaras dengan pemikiran Wakil Presiden RI ke-13, KH. Ma’ruf Amin, mengenai pentingnya pembangunan umat berbasis ekosistem.
Dalam sesi bedah pemikiran, Ketua MUI Bidang PRK, Dr. Siti Marifah, menjabarkan analogi Kiai Ma’ruf yang memandang pembangunan sebagai sebuah “pesantren” yakni ekosistem yang tumbuh subur lewat kaderisasi, kolaborasi aktif, dan keberlanjutan.
Senada dengan itu, Ketua MUI Bidang Eksyar dan Halal, Kiai Aiyub, menegaskan bahwa warisan terpenting KH. Ma’ruf Amin adalah fondasi kelembagaan yang kuat agar ide-ide besar dapat diwujudkan secara sistematis.
Melalui forum ini, LPBKI MUI menegaskan bahwa literasi Islam tidak boleh lagi dimaknai sempit sebatas aktivitas menulis dan menerbitkan buku semata. Literasi modern harus dipandang sebagai ikhtiar kolektif untuk membangun ekosistem digital dan konvensional yang menjamin kualitas, otoritas keilmuan, serta kesahihan sumber rujukan yang berpijak pada Al-Qur’an, Sunnah, dan khazanah ulama. (*)
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...