Connect with us

Sosial Budaya

Atraksi Pacu Jawi yang Memukau di Tanah Datar

Published

on

Ilustrasi: Steemit Images

Hallo teman-taman pembaca yang budiman….

Sudah saatnya saya membuka kulit asli yang selama ini terkubur tapi sedikit teriris.

Pada tulisan kali ini saya masih bercerita tentang Pariangan ya, Pariangan yang telah dinobatkan sebagai ‘desa terindah’ di dunia pada beberapa tahun lalu. Tapi kali ini, saya beranjak dulu ke upacara adat yang begitu banyak di Sumatra Barat. Upacara adat yang selalu dinanti-nantikan, biasanya begitu.

Langsung saja ya, saya akan bercerita tentang Pacu Jawi, upacara adat yang kedengaran sama dengan salah satu tradisi yang ada di pulau Madura. Meskipun berbeda nama, tapi sama-sama menggunakan sapi, hanya saja di Madura disebut Karapan Sapi.

Pacu Jawi yang ada di Sumatra Barat merupakan tradisi yang dilakukan masyarakat Tanah Datar terkhusus masyarakat kecamatan Sungat Tarab, Rambatan, Limo kaum dan Pariangan. Lagi-lagi Pariangan memiliki upacara adat yang unik. Pacu Jawi ini juga dilakukan di daerah Kabupaten Limapuluh Kota dan Payakumbuh.

Ilustrasi: Kabar Sumbar

Jika dilihat sepintas memang sama dengan Karapan Sapi yang ada di Madura, namun perbedaannya ada juga, antara lain: Karapan Sapi memakai sawah yang kering, sedangkan Pacu Jawi memakai sawah yang basah dan berlumpur.

Perbedaan lainnya, joki Pacu Jawi guna mempercepat lari sapi tidak memakai tongkat seperti Karapan Sapi, namun mereka biasanya menggigit ekor sapi. Tidak heran para fotografer tentu sangat menunggu-tunggu tradisi unik ini, baik fotografer lokal maupun nasional.

Untuk diketahui, daerah yang boleh mengadakan Pacu Jawi ini tidak sembarang tempat. Menurut ketentuan adat di sana, salah satu syarat daerah penyelenggara Pacu Jawi adalah Gunung Marapi harus terlihat jelas.

Gunung Marapi yang memiliki ketinggian 2.891 meter ini konon adalah asal orang Minangkabau yang kini mendiami dan mengembangkan Sumatra Barat. Warga setempat yang sebagian besar berlatar belakang petani menyelenggarakan Pacu Jawi saat sawah sudah kosong setelah dipanen dan sebelum penanaman selanjutnya.

Baca Juga:  Ngaji Medsos Sumenep: Solidkan Kader Muda NU dalam Bermedsos

Lokasinya berganti-ganti antara berbagai Nagari (daerah setingkat desa atau kelurahan) di Tanah Datar. Dengan demikian, tradisi Pacu Jawi menjadi agenda idaman para penonton yang beragam. Agar tidak penasaran, ayo teman-taman agendakan waktu untuk menyaksikan secara langsung!

Advertisement

Popular