Penulis: Serikat News
Rabu, 10 Mei 2017 - 21:46 WIB
Foto : Dimas
Kediri, seikatnews.com Mahasiswa STAIN Kediri adakan Audeinsi dengan pihak birokrasi kampus, (10/05). Audiensi tersebut bertempat di depan Rektorat IAIN Kediri pada jam 13.00. Acara tersebut dimoderatori langsung oleh Presiden Mahasiswa, Imam Syaefuddin dan hanya dihadiri oleh Waka 1, Dr. M. Abdullah, M. Ag., Waka 3, H. M. Mu’tashim Billah, MA. serta perwakilan dari Civitas Akademik, H. Tri Hartono, S. Sos., M. Si.
Menurut penuturan Dimas, “Audeinsi berjalan dengan lancar, tapi kejelasan tuntutan tidak semua terakomodir”. Adapun tuntutan dari Audiensi yang diselenggarakan oleh Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus itu adalah sebagaimana berikut:
1. Transparansi pelaporan legalitas Mahasiswa di Dikti
2. Alokasi UKT Mahasiswa Baru 2017
3. PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak)
4. Pembenahan dan Kejelasan Sistem SIAKAD
5. Penyalahgunaan wewenang/Kebijakan
6. Pelaporan penunjukan langsung Proyek2- STAIN KEDIRI
7. Kejelasan Wisuda 22 Juli-18November
8. SOP Terkait SARPRAS
9. Profesional Kinerja Staf
10. Kejelasan Alih Status.
Menurut Syaefuddin, tindak lanjut Audiensi tersebut akan berlanjut pada hari senin 15 Mei, mengingat Pimpinan tertinggi Rektorat tidak dapat menemui peserta Audiensi karena sedang dalam Pertemuan dengan Menteri Agama di Ponorogo. Sedangkan Dimas menambahkan, “Tindak lanjut pada hari senin akan kami tunggu dengan bersabar, yang kemudian kita evalusia apakah perlu ditindaklanjuti dengan Aksi besar-besaran.(Kholil)
DENPASAR – Pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) berdasarkan amanat Pasal 248A Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK)
JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai 12.000 dolar Singapura dari Ketua DPRD Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Juprizal.
JAKARTA – Tim gabungan dari Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Polda Metro Jaya bergerak serentak melakukan penggeledahan
JAKARTA – Anggota Komisi XIII DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Mafirion meminta pemerintah melakukan investigasi menyeluruh atas kematian
SLEMAN – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Yogyakarta terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mendukung implementasi pidana kerja sosial