SERIKATNEWS.COM – Sejumlah jurnalis mendatangi KCP BNI Sumenep dalam rangka wawancara terkait polemik pinjaman gaib yang menimpa beberapa petani di Kabupaten Sumenep. Namun, pihak BNI Sumenep kurang menanggapi iktikad baik pewarta dengan terus menggulirkan kalimat yang terkesan berdalih.
Salah satu jurnalis yang hadir, Faizi, mengatakan sebelumnya telah melayangkan surat pemberitahuan bahwa pihaknya bersama rekan-rekan pewarta yang lain akan melakukan wawancara terkait polemik KUR BNI untuk Petani.
“Sebelumnya, pewarta sudah melayangkan surat perizinan ke KCP BNI Sumenep untuk melakukan peliputan. Entah mengapa sesampainya di kantornya, pihak BNI belum juga siap diwawancarai meski surat perizinan peliputan tersampaikan jauh hari sebelumnya,” kata Faizi, Senin (29/4/2024).
Selang beberapa hari dari agenda tersebut, pewarta mencoba menghubungi kembali Pimpinan KCP Sumenep. Namun, respons pihak Manager BNI Sumenep tetap sama, menunggu perizinan dari atasan.
“Nunggu kabar dari atasan saya aja mas,” jawab Elliyus, Manager Office KCP BNI Sumenep via chat WhatsApp, Sabtu (27/4/2024).
Ditanya mengenai kepastian ketersediaan waktu oleh pewarta, Manager Office BNI Sumenep malah bungkam. Padahal pesan tampak centang dua.
Kendati begitu, lanjut Faizi, dalam perjumpaan itu, BNI Sumenep ditengarai tidak tahu menahu persoalan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Tani sebagaimana terjadi di tataran bawah (masyarakat petani). “Padahal kami (pewarta) sudah mengantongi data beserta rekaman dari orang yang terdampak ihwal polemik tersebut,” bebernya.
Faizi melanjutkan, sewaktu-waktu misal iramanya tetap sama dari KCP BNI Sumenep, pihaknya tidak segan-segan akan mengetuk lebih keras kotak pandora itu ke ruang publik. “Tunggu saja, angin berhempas kencang di BNI Sumenep dapat dipastikan akan tiba, sekali lagi tunggu saja,” tandasnya.
Jurnalis Serikat News Sumenep, Jawa Timur
Menyukai ini:
Suka Memuat...