Diskusi Motor Klasik pada Acara Memperingati 500 Tahun Sunan Kalijaga dan Harlah NU ke-94
Penulis: Serikat News
Jumat, 14 April 2017 - 04:04 WIB
Dok. Redaksi
Yogyakarta, Serikatnews.com –Dalam rangka Memperingati 500 Tahun Sunan Kalijaga dan Harlah NU ke-94 di Uneversitas Nahdhatul Ulama Yogyakarta, Kamis, (14/04/). Salah satu rangkaian kegiatannya adalah Diskusi Motor klasik bersama Aan dan Wahyudi, dua orang dari beberapa para pegiat motor klasik..
Dalam pembukaan yang di mulai oleh Aan dalam Diskusi Motor Kalisik sekaligus dalam rangka Memperingati 500 Sunan Kalijaga dan Haralah Nuke- 94 tersebut, menurutnya “Ada tiga hal yang perlu kita lakukan; berkuda, berenang dan memanah”.
Sementara Wahyudi menyampaikan dalam diskusi tersebut, dia memberikan gambaran bahwa setiap Perusahaan Motor pasti mengeluarkan bentuk yang sama padahal orang berbeda beda. Maka dari itu butuh castem dan modifikasi. Sehingga, motor itu bisa di modifikasi sesuai dengan kebutuhan kita dan sesuai selera.
“Dari modifikasi motor mampu menciptakan sebuah nilai yang bisa di jadikan nilai bisnis. Disamping itu mengandung nilai estetika yang tinggi”, tambah Wahyudi. Sorak tepuk tangan peserta memenuhi tempat diskusi. (Adi)
YOGYAKARTA – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Yogyakarta menggelar pengajian bagi klien pemasyarakatan di Griya Abhipraya Purbonegoro, Selasa, 28 April
PAMEKASAN — Puluhan aktivis yang tergabung dalam Forum Mahasiswa dan Masyarakat Revolusi (Formaasi) bersama Tim Pencari Fakta Nusantara (TPF-N) menggelar
YOGYAKARTA – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya meningkatkan status gizi pelajar masih menghadapi persoalan serius terkait keamanan
JAKARTA — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengajak serikat pekerja/serikat buruh (SP/SB) tidak hanya berperan dalam advokasi, tetapi juga menjadi penggerak peningkatan
JAKARTA – Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menegaskan bahwa perkembangan dunia kerja saat ini menuntut pekerja tidak hanya mengandalkan ijazah.
GROBOGAN — Upaya mengintegrasikan pembangunan lingkungan dan ekonomi desa mulai diwujudkan melalui gerakan penanaman alpukat yang diinisiasi Ikatan Pemuda Penggerak