SERIKATNEWS.COM – Di dunia ini tidak semua berjalan mulus. Dibutuhkan usaha dan kerja keras.
Ada masalah dengan penyebab yang beragam. Namun, terus bangkit adalah jalan yang benar.
Begitu pula yang dirasakan dan dijalani pendiri Kalbe Farma, Boenjamin Setiawan. Ia pernah jatuh, tetapi berhasil bangkit menjadi orang sukses.
Dr. Boen, sapaan akrabnya, memiliki semangat dan cita-cita tinggi. Hingga kini masuk jajaran orang terkaya di Indonesia.
Forbes mencatat total kekayaan Dr. Boen, mencapai US$ 4,2 miliar. Nilai itu setara dengan Rp60 triliun.
Boen tak mudah mendapatkan kekayaan itu. Ia pernah jatuh bangun untuk meraihnya.
Dikutip dari CNBC Indonesia, Boenjamin Setiawan mendapatkan gelar dokter di Universitas Indonesia. Kemudian, mengambil Ph.D di UCSF Medical Center.
Sebelumnya, pria berusia 88 tahun itu memiliki gelar doktor di bidang farmakologi, mendirikan Kalbe Farma di sebuah garasi pada tahun 1966 bersama lima saudara kandungnya.
Ia pernah mencoba mencari pendanaan untuk membiayai penelitian obat kencing manis dan darah tinggi. Tepatnya pada tahun 1961.
Ia pun mencoba membuat proposal dan mengajukan pendanaan senilai Rp30 juta kepada pengusaha farmasi yang dikenalnya, Wim Kalona yang merupakan pemilik PT Dupa. Namun, proposal itu ditolak.
Boen kemudian pada tahun 1963 bersama dengan beberapa temannya mendirikan perusahaan obat bernama PT Farmindo. Perusahaan itu memproduksi salep, tetapi hanya mampu bertahan selama tiga tahun.
Dr. Boen tak menyerah. Ia mencoba kesempatan kedua untuk kembali membangun usaha di bidangnya. Di sinilah cikal bakal dimulainya Kalbe Farma.
Pabriknya didirikan di kawasan Jakarta Utara. Hanya didirikan di sebuah bengkel milik pasien kakaknya.
Produk obat pertamanya adalah Bioplacenton. Obat ini mengandung ekstraksi plasenta dan neomycin sulfate yang bisa digunakan untuk obat luka luar, khususnya bakar.
Kemudian dari keunggulan obat itulah mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Kalbe Farma di bawah Boen. Hingga saat ini, produk Kalbe terus berkembang.
Beberapa obat produksi Kalbe yakni Kalpanax, obat pembasmi panu, Puyer 16 Bintang Toedjoe, Promag, Komix, Procold, Mixagrib, Entrostop, Fatigon. Ada juga Woods, Extra Joss, Bejo Sujamer, Diabetasol dan lain-lain.
Kini, Kalbe Farma menjadi perusahaan farmasi terbesar di Indonesia. Bahkan menjadi salah satu perusahaan produk kesehatan terbesar di Asia Tenggara.
Dr. Boen dan saudara-saudaranya memiliki saham yang cukup besar. Ia juga mengendalikan Mitra Keluarga yang sudah go public, yang mengoperasikan 25 rumah sakit.(*)
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...