SERIKATNEWS.COM – Di era digital saat ini, media sosial menjadi alat kampanye yang digunakan tokoh politik untuk menarik pendukung. Center for Digital Society (CfDS) UGM melakukan riset terhadap akun tiga Bacapres, yakni Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan, di aplikasi X dan Instagram. CfDS menganalisis pergerakan dan perubahan unggahan tiga akun tersebut sejak 2013 sampai Oktober 2023.
Iradat Wirid (Deputi Sekretaris Eksekutif CfDS UGM), M. Yusuf Daffa Izzalhaqqi (Tim Riset CfDS UGM), serta Valentino Yovenky Ardi Bentarangga (Tim Riset CfDS UGM) memaparkan temuannya di Kantor CfDS, Rabu (18/10/2023). Khususnya di Instagram, Ganjar, Prabowo, dan Anies membangun citra dengan cara yang berbeda.
Unggahan Anies menunjukkan dirinya sebagai tokoh intelektual yang menjadi pembicara di kegiatan akademik. Anies juga mengunggah konten-konten ketika ia berinteraksi dengan masyarakat yang berprofesi berbeda, seperti buruh migran, petani, dan nelayan. Tak hanya membingkai dirinya, Anies juga memperlihatkan keterlibatan istrinya mengusung isu produk lokal.
Begitu pun Ganjar, ia lebih sering membagikan konten bersama keluarga dan anaknya. Ganjar juga memperlihatkan foto-foto dirinya dengan para tokoh agama Islam. Selain umat muslim, sasaran unggahan Ganjar adalah anak muda.
“Kalau Anies menyasar anak muda dengan unggahan kucing, kalau Ganjar dengan unggahan film dan konser,” ungkap Iradat.
Tak jauh berbeda dengan Prabowo. Ia juga menyasar anak muda dengan unggahan foto bersama influencer atau artis, seperti pasangan Arhan dan Azizah. Prabowo konsisten membingkai dirinya sebagai tokoh nasionalis, yakni dengan unggahan status yang menggunakan bahasa daerah. Selain sebagai tokoh nasionalis, ia juga memperlihatkan hubungan dengan banyak tokoh internasional.
Tak hanya citra yang hendak dibangun tiga Bacapres, riset tersebut juga menunjukkan perbedaan interaksi. Akun Ganjar Pranowo menjadi akun yang paling banyak interaksinya, dengan jumlah komentar mencapai 1.441.951. Sedangkan jumlah komentar di akun Anies berkisar 157.625 dan Prabowo, yaitu 257.688.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial menjadi arena para Bacapres membangun citra, berinteraksi, dan menyebarkan narasi. Namun, sejauh ini, unggahan-unggahan visual ketiga Bacapres tidak disertai gagasan yang konkret. Oleh karena itu, para peneliti memberikan rekomendasi, yakni:
- Para pemilih harus diedukasi dengan pendekatan berdasarkan isu atau gagasan, agar pemilih tidak memilih berdasarkan visual dan citra saja.
- Visi-misi perlu dijabarkan secara jelas dalam strategi media sosial untuk menciptakan interaksi dengan warganet yang lebih luas.
- Para Bacapres perlu mengembangkan narasi yang konsisten, kuat dan berbeda agar pertarungan narasi dalam pemilu tidak monoton bagi pemilih.
Kontributor Serikat News Daerah Istimewa Yogyakarta
Menyukai ini:
Suka Memuat...