Connect with us

Pendidikan

IDAI Anjurkan Siswa Tetap Belajar dari Rumah

Published

on

Ilustrasi siswa belajar via online di rumah © Antara

SERIKATNEWS.COM – Pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai diterapkan di beberapa daerah. Banyak pihak yang mempertanyakan kapan proses belajar-mengajar kembali dilaksanakan di sekolah.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menanggapi hal tersebut dengan mengatakan bahwa kasus virus korona di Indonesia belum aman untuk menyudahi school from home. Selain masih banyaknya kasus baru korona yang dikonfirmasi, disebutkan masih akan ada kemungkinan terjadi lonjakan kasus korona.

“Dengan memperhatikan jumlah kasus konfirmasi COVID-19 yang masih terus bertambah, mulai melonggarnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), kemungkinan terjadi lonjakan jumlah kasus kedua dan masih sulitnya menerapkan pencegahan infeksi pada anak-anak,” demikian dijelaskan dalam rilis yang diterima Serikat News di Jakarta, Sabtu (30/5/2020).

Dengan demikian, IDAI memberikan beberapa anjuran yang perlu diperhatikan, yaitu sebagai berikut:

  1. IDAI mendukung dan mengapresiasi kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menjadikan rumah sebagai sekolah dan melibatkan peran aktif siswa, guru dan orang tua dalam proses belajar mengajar.
  2. IDAI menganjurkan agar kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan melalui skema pembelajaran jarak jauh (PJJ) baik secara dalam jaringan maupun luar jaringan, menggunakan modul belajar dari rumah yang sudah disediakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  3. Anjuran melanjutkan PJJ ini akan dievaluasi secara berkala mengikuti perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia. Dengan mempertimbangkan antisipasi lonjakan kasus kedua, sebaiknya sekolah tidak dibuka setidaknya sampai bulan Desember 2020. Pembukaan kembali sekolah-sekolah dapat dipertimbangkan jika jumlah kasus Covid-19 telah menurun.
  4. Apabila sudah memenuhi syarat epidemiologi untuk kembali membuka sekolah, maka IDAI menghimbau agar semua pihak dapat bekerja sama dengan cabang-cabang IDAI sesuai dengan area yang sudah memenuhi syarat pembukaan. Perencanaan meliputi kontrol epidemi, kesiapan sistem layanan kesehatan dan sistem surveilans kesehatan untuk mendeteksi kasus baru dan pelacakan epidemiologi.
  5. Untuk keperluan ekstrapolasi data secara akurat maka IDAI menyarankan agar pemerintah dan pihak swasta melakukan pemeriksaan rt-PCR secara masif (30 kali lipat dari jumlah kasus konfirmasi Covid-19) termasuk juga pada kelompok usia anak.
Advertisement

Popular