SERIKATNEWS.COM – Indonesia mengajak seluruh dunia, terutama negara G20 untuk berkolaborasi, pulih, dan bangkit bersama dari pandemi Covid-19 serta tumbuh lebih kuat secara berkelanjutan. Dalam hal ini, digitalisasi adalah hal penting agar bisa pulih lebih kuat.
Menurut Juru Bicara (Jubir) Presidensi G20 Indonesia, Maudy Ayunda, ajakan itu telah dituangkan dalam tema utama Presidensi G20 Indonesia, yaitu recover together, recover stronger atau pulih bersama dan bangkit lebih kuat. Maka, negara G20 diharapkan bisa menggunakan teknologi digital sebagai sarana utama pemulihan.
“Dalam dua tahun terakhir, Indonesia sedang melaksanakan akselerasi transformasi digital melalui empat sektor strategis yakni; infrastruktur digital, pemerintahan digital, masyarakat digital, dan ekonomi digital,” katanya di Jakarta, Kamis 14 April 2022.
Aktivitas digital di berbagai aspek kehidupan telah mendorong ekosistem perekonomian nasional, meningkatkan penguasaan teknologi informasi, sekaligus mempercepat transformasi digital. Dengan demikian, isu transformasi digital tepat dijadikan sebagai salah satu isu prioritas dunia.
“Indonesia akan mendorong negara-negara anggota G20 membentuk aksi dan kolaborasi nyata, guna mewujudkan transformasi digital di berbagai sektor yang lebih inklusif dan merata,” katanya.
Pembahasan pemanfaatan teknologi digital dilakukan oleh berbagai kelompok kerja (working group), di antaranya trade, investment, dan industry working group, agriculture working group, tourism working group, think tank, dan business20. Pembahasan yang cukup beragam tersebut mencakup digitalisasi sektor pertanian, pendidikan, perdagangan, hingga smart villages.
Maudy menjelaskan, percepatan transformasi digital di Indonesia akan mampu mendorong pengembangan ekonomi berbasis digital, terutama dari sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Contohnya, blus tenun tanimbar dari Provinsi Maluku yang dikenakannya bisa diperoleh tanpa harus pergi ke tokonya secara fisik berkat digitalisasi pasar atau toko.
“Bahkan saya dapat mencari tahu makna yang terdapat dalam motif-motif ini dengan memanfaatkan teknologi digital,” tuturnya.
Teknologi digital juga memudahkan masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan, edukasi, dan kegiatan transaksi ekonomi. Selain itu, perluasan akses teknologi digital dapat mendorong inklusivitas masyarakat dan pemangku kepentingan terkait, termasuk yang berada di daerah 3T (terdepan, terpencil, dan tertinggal).
“Oleh karenanya, Presidensi G20 indonesia diharapkan dapat menghadirkan terobosan yang mewariskan tata kelola ekonomi digital dunia di masa depan. Seluruh lapisan masyarakat agar berkontribusi dan berkolaborasi melalui transformasi digital untuk kemajuan indonesia dan dunia,” tutupnya. (*)
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...