Connect with us

Opini

Industri Media Siber Vs Kepentingan

Published

on

Ilustrasi: Net

Banyak media digital berbasis online baru bermunculan sejak dalam pilkada atau pemilu legislatif maupun pemilu presiden semua calon menggunakan media siber sebagai salah satu bentuk kekuatan dalam penyebaran informasi. Lembaga tinggi negara pun tak luput memanfaatkan media siber sebagai sumber informasi bagi publik dalam sosialisasi program maupun informasi atau klarifikasi isu-isu yang ada di masyarakat.

Seperti DPR RI sejak tahun 2015 menggaungkan DPR menuju “PARLEMEN MODERN” terutama dalam penggunaan teknologi informasi digital seperti website dan sosial media. Dasar dari hal ini karena menjadi DPR modern merupakan jawaban atas tantangan masa depan bangsa dan negara sejak reformasi 1998–tuntutan publik harus ada transparasi, partisipasi, serta akuntabilitas (Blueprint DPR Modern: Dalam Demokrasi Indonesia, 2015).

Memang saat ini publik sangat kritis akibat kemajuan teknologi informasi dan pengaruh globalisasi yang sangat cepat ditambah Indonesia disebut sebagai pengguna internet terbesar di Asia. Media sebagai pilar keempat demokrasi harus mampu berperan besar dalam mendorong partisipasi masyarakat dan menjaga kondisi bangsa dalam keadaan yang kondusif. Sebab media bisa dikatakan salah satu kontrol sosial dan wadah pendidikan bagi publik bahkan media bisa dikatakan sebagai “AKTOR POLITIK” karena dalam strateginya media mampu dalam pembentukan opini publik. Semua tergantung dengan kepentingan di dalam pembentukan opini untuk menggiring ke opini publik yang baik atau buruk dalam menciptakan pro dan kontranya.

Karena dalam perkembangannya membuat sebuah media khususnya online dengan gabungan teknologi dan jurnalistik itu sangat mudah. Siapa pun bisa membuatnya dengan “TUJUAN” atau “KEPENTINGAN” masing-masing. Berbekal World Press site atau membuat website sendiri pada situs-situs yang menawarkan pembuat website dan hosting web yang murah dan standart design. Contoh seperti “Niaga Hoster” sebuah perusahaan IT yang menyediakan ragam fasilitas kebutuhan pembuatan website yang menjadi langganan para pembuat website, Hosting, Security System, atau pengguna server-server tertentu sesuai dengan anggaran keuangan yang ada.

Bagi orang yang belum memahami industri media itu sendiri, biasanya tidak memerlukan verifikasi dari dewan pers karena kepentingan dari media online yang dibuat biasanya untuk “SIMPATISAN” tertentu. Padahal syarat utama dari “SAH”-nya media online itu sendiri perlu melalui proses verifikasi di “Dewan Pers” yang tentunya membutuhkan waktu.

Baca Juga:  Usaikah,. Lalu apa?

Bila tahun 2018 jumlah media online (siber) ada 43.000, dan di tahun 2019 jumlah tersebut naik menjadi 47.000 media (online) siber, Namun media online (siber) tersebut baru terverifikasi sekitar 2.700 media online di Dewan Pers. Hingga Maret 2021 dari data perusahaan media online (siber) yang sudah terverifikasi administratif dari dewan pers sekitar kurang lebihnya 1.565 media (bila mau melihat perusahaan media online yang sudah lolos verifikasi atau dalam proses verifikasi bisa dilihat di website dewan pers). Melihat perkembangan yang ada jumlah Media Online (siber) bisa saja akan terus bertambah setiap tahunnya dan tentu persaingan dalam industri media siber ini akan sangat ketat (Dewan Pers dan AMSI).

Sebuah media online (siber) juga harus mempunyai “CIRI KHAS” atau “KARAKTERISTIK” bila ingin “SURVIVE” pada industri ini. Media online (siber) harus mampu menghidupi diri dia sendiri. Karena Media sangat rentan terhadap “INTERVENSI BISNIS” Maupun “POLITIK”.

Tak jarang dalam pembuatan perusahaan ini di awal ada yang menggebu gebu namun disepertiga perjalanan menghilang. Hal ini bisa dikarenakan dalam proses pembentukan media tidak matang atau hanya sekedar memenuhi hasrat kepentingan dalam mencapai tujuan tujuan tertentu.

Bila ingin bertahan haruslah menciptakan tren sendiri, menciptakan ciri khas dalam penulisan, penayangan maupun fokus pemberitaan. Contoh seperti media online (siber) IDN Times dengan pengembangan perusahaan media digital multi-platform “NEWS” dan “ENTERTAIMENT” untuk “MILLENIALS and GEN Z” di Indonesia. Bisa kita lihat bahwa “CIRI KHAS” dari media online (siber) ini untuk menarik kalangan millenial. Branding image yang dilakukan oleh perusahaan ini berhasil dalam menciptakan perusahaan media digital untuk market anak muda.

Bukan berati yang angkatan ’90an atau ’80an keatas tidak boleh membaca, justru IDN Times mampu menciptakan dan membuka informasi seputar generasi Millenial dan Gen Z untuk publik. Sehingga dalam perkembangan angkatan lawas mampu ikut berkontribusi dalam sharing pengalaman kepada generasi millenial atau malah belajar hal yang baru dari mereka. Menciptakan sinergitas dalam mengharmonisasikan kehidupan bukan kan hal yang indah seperti alunan musik.

Baca Juga:  Kelelahan Penyebab Kematian Petugas KPPS?

“Branding image” pada media diperlukan dalam mengenalkan perusahaan media online (siber) baru di masyarakat contohnya IDN TIMES. Selain itu, kerjasama dengan media lokal bisa menjadi salah satu bentuk dalam memperluas jaringan pembaca. Namun perlu dipahami dan digarisbawahi bahwa media harus berprinsip “NETRAL”, bergerak secara “INDEPENDENT”, “KREDIBEL”, dan “MANDIRI” di dalam menjalankan prinsip jurnalistiknya. Profesionalisme dan idealisme harus menjadi “TERDEPAN” sehingga publik atau masyarakat tidak tertipu terhadap fakta yang sebenarnya terjadi dan media bisa mendapatkan “KEPERCAYAAN” dari masyarakat.

Dasar dari media itu sendiri adalah UU Nomor 40 tahun 1999 tentang PERS serta Kode Etik Jurnalistik. Dan untuk industri Media Siber selain UU Pers dan kode etik jurnalistik juga harus berpegang pada “PEDOMAN MEDIA SIBER” yang disepakati oleh Dewan Pers bersama Organisasi Perusahaan Pers, Pengelola Media Siber dan Masyarakat.

Industri media digital atau siber saat ini bisa dikatakan menjanjikan. Namun perlu digarisbawahi bahwa industri media yang berbasis online dengan pengabungan teknologi dan jurnalistik ini membutuhkan “KOMITMEN”, “KONSISTENSI” serta “SUMBER DAYA MANUSIA” yang mumpuni dan ahli di bidangnya serta “EKSISTENSI” penayangan berita yang “BERIMBANG” setiap hari nya didalam pemenuhan “HAK” informasi publik.

Namun, jangan harap untuk cepat “BALIK MODAL” sebab industri media diawal bisa dikatakan “BAKAR UANG”. Eksistensi tergantung bagaimana pengelolaan dari bisnis media ini mengarah serta komitmen nya. Dan Industri ini Investasi Utamanya adalah “SUMBER DAYA MANUSIA” yang tentunya ahli di bidangnya dan jeli melihat market, kekuatan SDM merupakan modal utama selain modal investasi yang lain seperti dana operasional atau peralatan canggih lainnya.

Namun dalam perkembangannya saat ini seorang Jurnalis Media online (siber) bisa bekerja dimana saja dalam liputan peristiwa dengan berbekal Smart Phone atau laptop serta jaringan wifi yang mumpuni. Mereka bisa mengupdate berita dimana saja dan kapan saja.

Pilihannya bila Sebuah Media mau menjadi “TRENDSETTER” atau masuk dalam kategori “MAINSTREAM” maka harus berani melawan arus. Membuat tulisan pemberitaan yang “OUT OF THE BOX” dengan tetap pada Kaidah Jurnalistik dan kode etik serta aturan yang berlaku. Bukan sekedar “SIMPATISAN” atau mempunyai “KEPENTINGAN” tertentu. Maka dari itu “MEDIA” yang “INDEPENDEN” menjadi acuan publik didalam mendapatkan informasi.

Baca Juga:  Menang Kompetisi Piano, Buat Apa?

Dan menjaga sebuah Media sesuai “MARWAH” nya dengan tidak ada intervensi bisnis maupun politik bisa dikatakan gampang-gampang susah. Sekali Media tersebut diketahui “SIMPATISAN” atau ada Intervensi ” POLITIK” dari kepentingan tertentu oleh publik atau masyarakat maka habis lah keberlangsungan perusahaan media tersebut. Kepercayaan publik terhadap media tersebut akan hancur seketika. Maka dari itu prinsip media independen haruslah di jaga dengan baik. Memang mempunyai perusahaan media mempunyai satu kekuatan sendiri di dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Namun alangkah baiknya bila sesuai dengan aturan yang ada.

Masyarakat kita kritis dan mereka bisa mengkritik kapan pun bila informasi atau tulisan di media siber (online) tidak sesuai dengan fakta dilapangan. Namun ada juga media yang suka memanfaatkan judul penulisan yang “SPEKTAKULER” dan memviralkan berita tersebut namun isi dari berita tidak ada mutu penulisan atau jauh dari kaidah jurnalistik bahkan bisa dikatakan tidak nyambung sama sekali. Biasanya hal ini dilakukan hanya untuk mencari jumlah viewer atau pembaca untuk meng’klik link tulisan dan masuk ke website portal media tersebut.

Memang untuk bisa dikenal oleh publik media butuh viewer pembaca yang banyak untuk datang ke portal beritanya. Karena kebutuhan dalam pembiayaan mandiri usaha media siber tersebut iklan dari perusahaan atau produk yang masuk ke perusahaan juga bergantung pada seberapa banyak jumlah pengunjung website atau portal berita tersebut setiap harinya serta usaha untuk masuk pada rating media online (siber) di situs Alexa.

Pilihannya mau menjadi media online (siber) yang sekedar nya saja atau mau menjadi media online (siber) yang dikenal publik karena sesuai dengan aturan atau kaidah jurnalistiknya sebab semua itu menentukan “KEBERLANGSUNGAN” dari Media Online (siber) itu sendiri. Jadi, masih berminatkah untuk membuat perusahaan Media online (siber)?

Advertisement
Advertisement

Terkini

News2 jam ago

Debutan di Olimpiade Tokyo 2020, Windy Cantika tak Menyangka Bisa Raih Medali

SERIKATNEWS.COM – Lifter putri Indonesia Windy Cantika Aisah berhasil membawa pulang medali dalam debutnya di ajang Olimpiade di Tokyo, Sabtu...

News4 jam ago

Diberikan Bertahap, UGM Siapkan 12 Ribu Vaksin Bagi Mahasiswa

SERIKATNEWS.COM – Sebanyak 2.000 peserta mengikuti vaksinasi Covid-19 massal di Grha Sabha Pramana, Sabtu 24 Juli 2021. Vaksinasi massal diselenggarakan...

News4 jam ago

39 Tahun Dikelola PLN, PLTP Kamojang Tetap Andal Hasilkan Energi Bersih

SERIKATNEWS.COM – Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang adalah bagian penting sejarah perjalanan kelistrikan Tanah Air. Jejak kehadirannya dimulai...

News6 jam ago

Dirut PLN Raih Penghargaan CEO Terbaik dari The Iconomics

SERIKATNEWS.COM – Direktur Utama PT PLN (Persero), Zulkifli Zaini meraih penghargaan Indonesia Best CEO Award 2021 “Employees’ Choice”. Penghargaan pada...

News13 jam ago

Masyarakat Jateng Antusias dan Berebut Vaksin

SERIKATNEWS.COM – Masyarakat Jawa Tengah (Jateng) memiliki antusias untuk mendapatkan vaksin Covid-19. Antusias yang tinggi ini sebagai salah satu upaya...

News24 jam ago

Fakultas Kehutanan UGM Gelar Vaksinasi Covid-19 untuk Mahasiswa

SERIKATNEWS.COM – Fakultas Kehutanan UGM melaksanakan program vaksinasi Covid-19 di Arboretum Fakultas Kehutanan UGM untuk 500 mahasiswa dari jenjang sarjana,...

News1 hari ago

UGM Tegaskan Komitmen dan Kontribusi dalam Penanganan Pandemi Covid-19

SERIKATNEWS.COM – Rektor UGM, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., IPU, ASEAN Eng., menyampaikan pernyataan sikap UGM terkait penguatan solidaritas...

Populer

%d blogger menyukai ini: