SERIKATNEWS.COM – Wakil Presiden RI Jusuf Kalla memuji keunggulan sisi udara Bandar Udara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA) di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kelebihan utama pada airside tentu pada landasan pesawat sepanjang 3.250 meter dengan lebar 75 meter. Keunggulan pada panjang landasan ini membuat pesawat tidak perlu break atau mengerem ketika mendarat. Dengan demikian, pesawat mendarat lebih mulus.
“(Pendaratan) aman, bagus, mulus. Terasa kan kalau runway-nya bagus,” kata JK tak lama setelah mendarat di YIA ini, Sabtu (4/5/2019).
General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) untuk YIA, Agus Pandu Purnama, mengatakan, pemerintah membangun YIA dengan kualifikasi bandara internasional. Karenanya, untuk sisi airside, YIA masih memiliki banyak kelebihan selain soal panjang lintasan.
“Saking panjangnya (YIA), pesawat tidak perlu langsung brake (mengerem) sampai ke ujung (landasan). Jadi pendaratan akan terasa halus sekali. Tidak seperti di Adisutjipto,” kata Pandu.
Pandu mengungkapkan bahwa kekuatan landasan juga mempengaruhi pesawat. Landasan YIA memiliki kekerasan PCN (pavement classification number) 107. Kualifikasi kekerasan ini memungkinkan pesawat terberat melintas di atasnya.
“(Bandara) Cengkareng saja di bawah kita. Di bawah landasan kita ada pasir besi yang dipadatkan dengan metode dynamic compection,” kata Pandu.
Berdasarkan kedua kelebihan itu saja, lintasan bisa dilewati pesawat dari terkecil hingga terbesar maupun terberat di dunia, yakni jenis pesawat komersil berbadan lebar (wide body), seperti Airbus A380 serta Boeing 747 dan 777.
Kelebihan lain lagi, apron YIA mampu menampung parkir 21 pesawat domestik dan 2 pesawat internasional. Kondisi ini bisa berlangsung sampai tahun 2026. Apron akan terus berkembang di tahun-tahun ke depan.
Jumlah kapasitas menampung pesawat parkir pun dari tahun ke tahun akan berkembang hingga maksimal. Jumlah tempat pesawat parkir ini tentu lebih besar dari Bandar Udara Internasional Adisutjipto yang hanya belasan parkir stand.
Hal tersebut belum termasuk paralel taxiway dengan panjang 3.250 meter dan lebar 45 meter. Dengan begitu, memungkinkan pesawat bisa sama-sama melintas dan mesin pesawat masih di atas aspal.
Secara fisik konstruksi, YIA memang baru terbangun 53 persen. Namun, sisi airside sudah terbangun 100 persen. Sementara banyak bangunan di sisi darat belum terbangun seutuhnya, terutama terminal penumpang. Terlebih bangunan terminal yang baru 8 persen, namun terminal ini sudah lengkap dengan berbagai fasilitas untuk melayani penumpang. Termasuk di sana ada 4 garbarata, ruang tunggu penumpang, cek in, hingga ruang kedatangan.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...