Penulis: Serikat News
Jumat, 21 April 2017 - 10:33 WIB
Oleh: Novita Putri Syam*
Terlahir sebagai wanita adalah anugerah terindah dari Sang Maha Pencipta.
Wanita adalah simbol keindahan dan kelembutan di dunia ini.
Wanita bukanlah mahluk yang lemah. Wanita mengandung, melahirkan, menyusui, membesarkan anak – anaknya dan mengurus rumah tangga dengan penuh ketulusan, cinta dan kasih sayang.
Percayalah seorang pria tak akan memilih menjadi seorang wanita jika saja itu bisa terjadi, karena pria tak akan sanggup memikul beban seorang wanita.
Kemandirian wanita telah terlihat begitu jelas dimata kita. Wanita mampu bekerja layaknya pria. sebagai karyawati, sebagai pegawai, sebagai asisten rumah tangga, sebagai pejabat, sebagai pengusaha, sebagai menteri, sebagai guru, sebagai dokter, sebagai polisi, sebagai tentara, sebagai sopir dan lain sebagainya. Bahkan beberapa wanita berporofesi sebagai petinju, pegulat, karateka, persis apa yang dilakukan pria pada umumnya. Semua itu membuktikan bahwa wanita tak bisa dipandang sebelah mata.
Hari ini, di zaman ini wanita layak mendapat tempat yang semestinya untuk mengembangkan setiap potensi dalam dirinya, turut serta berpartisipasi dalam setiap aspek kehidupannya baik dalam rumah tangga, lingkungan, daerah, tak apalagi untuk bangsa dan negaranya. Pada hakekatnya wanita tetaplah wanita dengan jati dirinya yang telah digariskan oleh Allah swt bahwa keluarga adalah prioritas utama diatas segalanya.
Tetaplah semangat dan terus belajar wahai para KARTINI – KARTINI INDONESIA, capai cita – citamu, kejar impianmu, optimislah pada dirimu sendiri, pahami posisimu dan selalu lakukan yang terbaik demi kepentingan bangsa dan negara ini.
SELAMAT HARI KARTINI Jayalah NEGERI DAN BANGSAKU, Jayalah PEREMPUAN – PEREMPUAN HEBAT INDONESIA
*Bendahara umum AMPG Makassar,Wabend KNPI SULSEL,KETUA BIDANG Pariwisata HIPMI MAKASSAR.
Oleh: DR. Hendra Dinatha, S.H., M.H. (Deklarator PERADI PROFESIONAL dan Juga Wakil Rektor Universitas Jayabaya, Jakarta) PROFESI advokat pada hakikatnya
Oleh: Suhanto (Ketua PKDI Pasongsongan) MENJADI camat di wilayah dengan karakter geografis yang luas dan kompleks seperti Kecamatan Pasongsongan bukanlah
Oleh: Alya Auliyani (Mahasiswi FISIP Universitas Wiraraja Madura) MASYARAKAT menolak rencana pengembangan tambang migas oleh PT Kangean Energy Indonesia (KEI)