SERIKATNEWS.COM – Perkembangan streaming audio melalui podcast yang sudah booming di Eropa sejak 2015 lalu, kini disebut mulai nge-trend di Indonesia. Hal ini ditandai dengan semakin bervariasinya tema seri podcast yang ada di tanah air.
“Trend podcast kan semakin berkembang, saat ini seri podcast di Indonesia juga sudah mulai banyak jenisnya. Mulai komedi, cerita romans, horor, olahraga, politik, ekonomi bahkan seri podcast tentang sejarah pun juga sudah ada,” kata podcaster Tanya Sejarah, Romandhon MK kepada Serikat News di Jakarta, Rabu (6/5/2020).
Ia menilai bahwa podcast mulai dilirik banyak milenial saat ini karena sifatnya yang on demand. Para pendengar bisa menikmati seri podcast kesukaannya kapan pun dan di mana pun.
“Karena sifatnya yang on demand, siaran podcast, bisa didengarkan berulang-ulang, kapan pun dan di mana pun, everywhere everytime,” sambungnya.
Selain itu, penulis buku Sejarah Soekarno, Hatta dan Syahrir ini menyebut podcast dinilai lebih mobile dibanding YouTube. Ia menyontohkan, pendengar podcast tetap bisa mendengarkan seri podcast tanpa harus stay di Spotify, hal itu berbeda dengan YouTube yang mengharuskan pelanggannya bertahan di laman YouTube untuk mengaksesnya.
“Sederhananya gini, podcast itu kalau diibaratkan itu serupa Youtube. Ia merupakan platform siaran suara yang bersifat on demand. Bedanya dengan YouTube hanya di audio dan video,” jelasnya.
Lebih lanjut Romandhon menjelaskan, inovasi streaming audio ini awalnya dikembangkan tahun 2004 silam. Saat itu Adam Curry mantan VJ MTV Amerika membuat sebuah program yang disebut iPodder. Kala itu tujuannya agar seseorang bisa secara otomatis mengunduh siaran radio internet ke iPod miliknya.
Lewat tangan Dave Winer seorang pengembang perangkat lunak, ide tersebut kemudian dieksekusi melahirkan podcast, gabungan iPod dan broadcast.
“Karena cikal bakalnya dari produk Apple. Maka podcast tersebut pertama kali hanya bisa diakses di Apple,” pungkasnya.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...