SERIKATNEWS.COM – Esensi dari pertemuan Presiden Jokowi dan Prabowo adalah momen yang mendamaikan Indonesia setelah pesta Demokrasi. Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan bahwa hal itu mencerminkan bahwa Indonesia masih tetap Negara yang berideologi Pancasila.
“Peristiwa pertemuan di Stasiun MRT Lebak Bulus itu mengandung ragam makna. Sebagian masyarakat akan menerjemahkan pertemuan itu sebagai bukti nyata berdamainya dua tokoh yang sebelumnya bersaing di ajang pemilihan presiden (Pilpres) 2019, pun menjadi penanda telah berakhirnya rivalitas kedua sosok tersebut,” kata Bamsoet dalam keterangan tertulisnya yang diterima SerikatNews, Selasa (16/7/2019).
Menurutnya, harmonisasi di Indonesia selalu dijunjung dalam kedamaian Indonesia karena masyarakat Indonesia merupakan masyarakat Multikultural yang berbeda-beda agama, ras, dan budaya, apalagi setelah perbedaan pilihan pada Pilpres 2019.
“Memang, Pilpres 2019 telah menghadirkan ketegangan yang cukup menggelisahkan banyak orang, terutama karena terjadinya polarisasi masyarakat. Ragam eksesnya sudah menjadi pengetahuan bersama, termasuk akar persoalannya. Semua peristiwa itu hendaknya menjadi pembelajaran bagi semua komunitas agar di kemudian hari tak berulang,” ujarnya
Mengakhiri perbedaan pandangan itu sudah dilakukan oleh kedua pihak antara Jokowi dan Prabowo. Semuanya itu akan berjalan kalau oknum-oknum yang bergerak di akar rumpun mau berubah.
“Persoalan berikutnya adalah seberapa kuat pesan damai yang disampaikan Jokowi-Prabowo itu akan bertransmisi ke akar rumput? Tentunya sangat bergantung pada niat baik dan ketulusan semua komunitas menanggapi pesan itu. Memang, ada saja kelompok yang menunjukan sikap tidak senang dengan pertemuan Jokowi-Prabowo itu,” ungkap Bamsoet.
Meskipun ada beberapa oknum yang tidak suka atas pertemuan itu, Bamsoet mengatakan bahwa kebanyakan masyarakat sudah mengapresiasi dengan tindakan yang di lakukan oleh Jokowi dan Prabowo. Karena itu bentuk suatu kepedulian terhadap NKRI.
“Tetapi, diyakini bahwa sebagian besar komunitas mendukung dan mengapresiasi pesan damai dari kedua tokoh itu. Pertemuan itu setidaknya bisa menghilangkan kegelisahan sejumlah elemen masyarakat yang mendambakan terwujudnya harmonisasi kehidupan bermasyarakat,” paparnya.
Jokowi bertemu dengan Prabowo sudah mencerminkan keharmonisan sebelum di stasiun MRT Jakarta pada Sabtu (13/7/2019) kemarin. Keharmonisan itu dibangun sudah sejak mereka berangkat menuju ke Stasiun MRT. Keduanya bersama-sama menaiki kereta MRT dari Stasiun Lebak Bulus.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...