Connect with us

Ekonomi-Politik

Klaim Perairan Natuna, Prabowo: China Negara Sahabat

Published

on

Foto: Harian Haluan

SERIKATNEWS.COM – Kapal Aparat (coast guard) dan kapal pencari ikan China melintasi perairan Natuna. Negeri Tirai Bambu itu mengklaim kawasan yang dilalui merupakan wilayahnya sesuai batas wilayah 9 garis putus yang dibuat sejak 1947.

Akan tetapi, batas wilayah yang diklaim China menabrak wilayah teritori negara lain, termasuk Indonesia. Pemerintah Indonesia menilai apa yang dilakukan China adalah pelanggaran karena memasuki teritori laut tanpa izin.

Meski demikian, Prabowo Subianto menanggapi santai masalah ini. Baginya semua orang harus tenang, tidak akan ada yang terganggu termasuk investasi dari China.

“Kita cool (tenang) saja. Kita santai kok ya,” ungkap Menteri Pertahanan di kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Jumat (3/1/2020).

Senada dengan Prabowo, Luhut Binsar Pandjaitan juga menyarankan supaya permasalahan ini jangan terlalu diributkan. Semakin diributkan investasi akan terganggu.

“Ya makanya saya bilang jangan ribut. Untuk apa kita ribut yang nggak perlu diributin, bisa ganggu,” kata Menko Kemaritiman dan Investasi.

Melihat pelanggaran tersebut, Susi Pudjiastuti, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan memberi tangggapan yang berbeda. Menurutnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dapat memerintahkan untuk menangkap dan menenggelamkan kapal China.

“KKP bisa minta dan perintahkan untuk tangkap dan tenggelamkan dengan UU Perikanan No. 45 Tahun 2009,” tulis Susi dalam cuitan twiternya, Jumat (3/1/2020).

Prabowo sendiri menyatakan pihaknya sedang mengusahakan semua masalah di Natuna bisa selesai dengan baik, dengan catatan damai. Menurutnya, China merupakan salah satu sahabat Indonesia.

“Kita selesaikan dengan baik ya, bagaimana pun China negara sahabat,” ungkap Prabowo.

Baca Juga:  Dua Fokus Relawan Jokowi-Ma’ruf Amin
Advertisement

Popular