SERIKATNEWS.COM – Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin menegaskan bahwa moderasi beragama yang digaungkan pemerintah berbeda dengan liberalisme. Moderasi beragama menurutnya tidak pernah mengajarkan semua agama benar.
“Sama sekali tidak. Moderasi beragama bagi umat Islam tetap mengajarkan Islam sebagai agama paling benar dan agama yang mengantarkan kita menuju surga dan ridha Allah,” ujar Kamaruddin di Jakarta, seperti dilansir Antara, Selasa 31 Mei 2022.
Moderasi beragama bukan berarti pendangkalan akidah. Namun, memang banyak warga yang tidak memahami moderasi beragama, sehingga beredar kabar tidak benar tentang program prioritas pemerintahan Jokowi-Ma’ruf tersebut.
Menurutnya, moderasi beragama bermakna memiliki keyakinan dengan Islam secara kokoh tetapi perlu saling menghormati dan menghargai. Dan tentunya tanpa harus menista serta menghina yang berbeda dengan keyakinan.
“Kalau liberal itu mengabaikan teks keagamaan bahkan mengabaikan apa yang sudah disepakati secara umum menggunakan rasio secara bebas. Itu bukanlah moderasi beragama,” ujarnya.
Oleh karena itu, pihaknya menekankan moderasi beragama mengajarkan seluruh pemeluk agama untuk menjalankan ajaran agama yang dipercayainya secara militan. Namun, ia menekankan harus bisa menghargai dan menghormati orang yang memiliki keyakinan berbeda.
“Apa pun agamanya harus bisa menghargai pilihan orang lain. Karena sebagai seluruh warga negara Indonesia mempunyai hak yang sama di hadapan negara,” katanya.
Di sisi lain, ia mengajak kepada seluruh pegawai Ditjen Bimas Islam untuk mendiseminasikan paham moderasi beragama kepada masyarakat.
“Sebagai ujung tombak program moderasi beragama, seluruh pegawai Ditjen Bimas Islam berkewajiban mendiseminasikan dan menyukseskan program prioritas pemerintahan Jokowi-Ma’ruf,” katanya.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...