Adapun objek dan daya tarik wisata alam di kawasan TNBTS yang dibuka adalah titik pandang atau view point Gunung Penanjakan (222 orang per hari), Bukit Kedaluh (107 orang per hari), Bukit Cinta (31 orang per hari), Mentigen (55 orang per hari), serta Lautan Pasir dan Savana Teletubbies (319 per hari). Jadi, total kuota pengunjung sebanyak 734 orang per hari.
Pelaksanaan kegiatan wisata di semua lokasi kunjungan harus disertai penerapan protokol kesehatan secara ketat. Semua pengunjung wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi.
Menurut Kepala Subbagian Data, Evaluasi Laporan dan Hubungan Masyarakat Balai Besar TNBTS Sarif Hidayat, kawasan TNBTS mempunyai empat akses masuk. Selain Pasuruan dan Probolinggo, masih ada pintu masuk dari Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang.
Pengunjung lewat Lumajang biasanya adalah para pendaki yang ingin mendaki Gunung Semeru dengan melapor di Kantor Resor TNBTS Ranupani. Sedangkan dari wilayah Malang bisa langsung Savana Teletubbies dan Lautan Pasir Bromo, bisa juga langsung ke Ranupani jika ingin mendaki Gunung Semeru.
Kawasan wisata Gunung Bromo dan Gunung Semeru beberapa kali ditutup. Baik karena bencana kebakaran maupun jadwal rutin pemulihan ekosistem. Namun, di masa pandemi Covid-19, kawasan TNBTS paling sering ditutup. Penutupannya mengikuti peraturan yang dibuat Pemerintah Pusat.
Menurutnya, penutupan terakhir dilakukan pada 3 Juli 2021 saat PPKM Darurat diterapkan. Sedangkan pembukaan akses Pasuruan dilakukan pada 6 September dan Probolinggo 9 September. Hal itu disesuaikan dengan status level PPKM di masing-masing wilayah.
Sedangkan total jumlah pengunjung Bromo yang sudah pesan tiket kunjungan secara online hingga Kamis, 9 September 2021, pukul 19.15 WIB, sebanyak 749 orang. Dari jumlah ini, hanya ada satu orang wisatawan mancanegara yang mendaftar. Selebihnya adalah wisatawan domestik. (*)