SERIKATNEWS.COM – Bintang Puspayoga selaku Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mengatakan peran perempuan penting dalam pemulihan Covid-19.
“PBB misalnya mengatakan bahwa perempuan merupakan tulang punggung dari proses pemulihan di dalam komunitas,” kata Bintang selaku Menteri PPPA dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu, 28 April 2021.
Banyak kisah dan trauma tersendiri yang dirasakan bagi kaum perempuan selama masa pandemi Covid-19. Ketimpangan yang sudah terjadi sebelumnya semakin mendalam sejak setahun terakhir terjadinya pandemi.
Survei dan data menunjukkan bahwa perempuan terdampak jauh lebih buruk dibandingkan laki-laki. “Faktanya perempuan terbukti lebih banyak memikul beban ganda berupa meningkatnya pekerjaan perawatan tidak berbayar (unpaid care work) yang membuat mereka harus mengurangi waktu pekerjaan berbayar, bahkan keluar dari pekerjaan,” kata Menteri PPPA.
Bahkan perempuan juga berisiko tinggi mengalami kekerasan berbasis gender. Terutama dalam rumah tangga, dalam dunia maya dan juga di mana pun perempuan berada.
Salah satu contoh dampak buruk yang terjadi adalah anak-anak perempuan juga semakin rentan untuk dinikahkan sebelum mencapai usia dewasa karena himpitan ekonomi. “Ini hanyalah sebagian kecil gambaran dari dampak buruk yang terjadi di lapangan,” katanya.
Namun di tengah kesulitan tersebut, peran perempuan tetap penting dalam pemulihan Covid-19. Menurut Menteri Bintang, pemikiran turun temurun bahwa perempuan lebih rendah posisinya dibandingkan dengan laki-laki menjadi akar masalah dari ketimpangan gender yang masih terjadi tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia.
“Kami pemangku kepentingan yang menjadi advokat utama bagi isu-isu perempuan dan anak, baik di tingkat pusat dan daerah benar-benar harus menginternalisasi bahwa perempuan merupakan kekuatan yang harus kita dukung secara holistik melalui kebijakan dan program yang inklusif. Kita tidak hanya harus memberikan ruang bagi perempuan untuk memaksimalkan potensinya, tetapi juga mengikis berbagai pemikiran masyarakat yang masih menghambat perempuan,” jelasnya.
Sangat dibutuhkannya upaya-upaya holistik dari berbagai sisi untuk mengikis pemikiran masyarakat yang telah mengakar. Agama merupakan salah satu fondasi dari kehidupan berbangsa dan bernegara, serta memiliki pengaruh yang besar dalam kehidupan bermasyarakat.
“Saya sangat percaya bahwa semua agama, tanpa terkecuali, memandang seluruh ciptaan-Nya sebagai makhluk yang sama baiknya di mata Sang Pencipta yang tidak patut diperlakukan secara diskriminatif,” katanya lagi. (Octri Amelia Suryani)
Menyukai ini:
Suka Memuat...