SERIKATNEWS.COM – Jelang perayaan Hari Batik Nasional ke-10 yang jatuh pada 2 Oktober 2019 mendatang, Yayasan Batik Indonesia (YBI) bersama Kementerian Perindustrian dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia terus mendorong masyarakat untuk menggunakan batik tulis, batik cap, atau kombinasi keduanya.
Menurut Ketua Bekraf Triawan Munaf, dengan menggunakan batik berarti masyarakat memberikan penghargaan kepada perajin batik nasional. Selain itu, menggunakan batik tulis maupun cap merupakan salah satu cara mendorong tumbuhnya ekonomi rakyat.
“Kita terus mempromosikan batik dan mendorong masyarakat menggunakan batik. Sayangnya saat ini banyak tekstil import bermotif batik. Itu bukan batik, tetapi tekstil. Ini sangat memukul industri batik Nasional. Pakailah batik tulis atau cap, bukan tektil bermotif batik,” kata Ketua Bekraf Triawan Munaf saat jumpa pers persiapan perayaan Hari Batik Nasional 2019 yang digelar Yayasan Batik Indonesia di Jakarta, Selasa (17/9/2019).
Ratna Utarianingrum selaku Direktur IKM Kimia, Sandang, Aneka dan Kerajinan Kementerian Perindustrian, menegaskan bahwa standar nasional batik yang dikeluarkan pemerintah Indonesia adalah batik tulis, batik cap, dan batik kombinasi tulis dan cap. “Kalau tekstil bermotif batik, itu bukan batik,” tegas Ratna, dikutip dari Investor Daily.
Namun Ratna menyayangkan, sebab dalam Permendag No. 64/2017, pemerintah belum mengatur soal tekstil bermotif batik. “Mungkin ke depan perlu dibuat peraturan yang baru untuk melindungi batik nasional,” kata Ratna yang menargetkan ekspor batik 2019 naik dari tahun 2018 yang mencapai US$52,4 juta.
Persoalan ini juga menjadi perhatian serius Yayasan Batik Indonesia (YBI). “Perayaan Hari Batik Nasional 2019 ini adalah yang ke-10 tahun batik diakui oleh Unesco sebagai warisan dunia tak benda asal Indonesia. Dan Alhamdulillah batik semakin disukai masyarakat Indonesia, tua dan muda memakai batik, baik kesempatan formal maupun santai. Namun kami terus mengedukasi agar masyarakat menggunakan batik tulis atau cap atau kombinasi,” kata Ketua Umum Yayasan Batik Indonesia, Jultin Ginandjar Kartasasmita.
Jultin juga mengungkapkan, YBI terus melakukan pembinaan dan pelatihan bagi perajin batik. “Bekerja sama dengan sejumlah pihak, kami melakukan pembinaan dan pelatihan, misalnya motif dan warna apa sajakah yang disukai pasar. Kami juga memberikan bantuan modal bergulir kepada perajin batik di pelosok-pelosok daerah,” kata Jultin.
Perayaan Hari Batik Nasional, tambah ketua panitia Perayaan Hari Batik Nasional 2019 Diana Santosa, akan digelar di dua tempat. “Di Jakarta akan digelar pameran di Plaza Kementerian Perindustrian pada 24-27 September 2019 dan di Solo. Pameran akan menghadirkan batik tulis dan cap atau kombinasi dengan harga terjangkau masyarakat,” ungkap Diana.
Pameran akan dimeriahkan oleh peragaan busana batik karya perancang yang dibawakan oleh istri Duta Besar dari 15 negara. “Di antaranya istri Dubes Thailand, Myanmar, Swedia, dan lain-lain,” tandas Diana.
Sumber : Investor Daily
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...