SERIKATNEWS.COM – Selama periode 2015-2019, pertumbuhan ekonomi berkualitas telah mampu menciptakan 11,2 juta kesempatan kerja baru. Jumlah tersebut melampaui target penciptaan 10 juta kesempatan kerja dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berhasil ditekan menjadi 5,01 persen pada Februari 2019, terendah sejak krisis ekonomi 1997 dan 1998. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga terus mengalami kenaikan dengan rata-rata peningkatan mencapai 0,89 persen dan telah termasuk dalam kategori tinggi.
Dikutip dari beritastu.com, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro saat membuka Indonesia Development Forum (IDF) 2019 yang digelar 22-23 Juli 2019 di Jakarta Convention Center, menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut tentunya harus dijaga agar akselerasi laju pertumbuhan dan pemerataan pembangunan ekonomi dapat dicapai. Namun, untuk sampai ke sana, Indonesia masih harus mengatasi setidaknya tiga tantangan utama.
Pertama, terkait daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang masih tertinggal dibandingkan negara ASEAN lainnya. SDM Indonesia berada pada peringkat 65 dari 130 negara dengan skor 62,19, tertinggal dengan Malaysia di peringkat 33, Thailand di peringkat 40, Filipina di peringkat 50, bahkan Vietnam di peringkat 64.
Kedua, lebih dari separuh pekerja Indonesia masih berada di sektor informal dengan produktivitas yang rendah. Sektor manufaktur belum berhasil menjadi penggerak utama dalam penciptaan lapangan kerja. Ketiga, masih rendahnya akses kelompok rentan seperti perempuan, penyandang disabilitas, serta penduduk daerah tertinggal terhadap kesempatan kerja yang berkualitas. Mayoritas mereka masih bekerja di sektor informal karena sulit mengakses lapangan kerja formal dan lingkungan kerja inklusif.
Bambang mengatakan dinamika perubahan demografi dan perkembangan teknologi yang cepat juga memberi peluang sekaligus tantangan bagi Indonesia untuk meningkatkan daya saing. Merespons berbagai tantangan tersebut, upaya pembangunan SDM dilakukan Pemerintah Indonesia secara holistik dan terintegrasi.
Kemudian Bambang menegaskan bahwa penyediaan pelayanan dasar dan perlindungan sosial, pemerataan layanan kesehatan dan pendidikan berkualitas, serta pengembangan IPTEK dan inovasi menjadi prasyarat keberhasilan untuk mewujudkan SDM yang andal, adaptif, kreatif, dan inovatif.
“Membangun kesiapan SDM juga perlu diiringi dengan upaya penguatan sektor-sektor produktif agar dapat memberikan kesempatan kerja seluas-luasnya kepada masyarakat sehingga pengangguran, kemiskinan, dan ketimpangan dapat diatasi,” imbuh Bambang Brodjonegoro.
Dalam penyelenggaraan IDF 2019, tema yang diangkat adalah “Mission Possible: Memanfaatkan Peluang Pekerjaan Masa Depan untuk Mendorong Pertumbuhan Inklusif”. Menurut Bambang, tema ini juga sejalan dengan arahan Presiden Jokowi untuk menjadikan pembangunan SDM sebagai fokus baru pembangunan nasional, melanjutkan upaya perbaikan iklim investasi dan pembangunan infrastruktur yang telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.
“Tema dan sub tema ini dipilih juga sebagai respons atas pentingnya membangun kesiapan SDM dan menyongsong peluang kerja masa depan dalam rangka mewujudkan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. SDM yang unggul dan berdaya saing diharapkan dapat mendongkrak produktivitas dan daya saing nasional yang secara langsung akan turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi,” ujar Bambang.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...