SERIKATNEWS.COM – Majelis Pemuda Revolusi (MPR) Madura Raya sukses gelar Sekolah Gerakan dengan menghadirkan Pengamat Politik Nasional, Adi Prayitno sebagai pemateri, Jumat (8/10/2021) sore di desa Bragung, Guluk-Guluk, Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Sekolah Gerakan merupakan program MPR Madura Raya dalam rangka meningkatkan pengetahuan kader perihal dunia gerakan dan aktivisme.
Sebab menurut Hamidi, Ketua MPR Madura Raya banyak aktivis yang asal bergerak dan demo tanpa pengetahuan yang memadai, sehingga gerakannya terkesan sporadis dan urakan.
“Dengan Sekolah Gerakan ini, kami berharap para kader MPR memiliki wawasan dan pengetahuan tentang seluk beluk dunia gerakan agar tak sembarang bergerak,” tuturnya.
Adi Prayitno sebagai pemateri menyampaikan bahwa menjadi aktivis itu harus kaffah. Tidak hanya jago unjuk rasa, tetapi juga harus rajin membaca, berdiskusi dan menulis.
Selain harus memiliki basic ilmu pengetahuan, aktivis juga harus memiliki mental dan keberanian. Karena di lapangan akan mengalami banyak tekanan, hinaan dan bahkan ancaman dari orang-orang yang merasa kepentingannya tergannggu.
Beliau juga berpesan bahwa idealisme adalah modal penting bagi seorang aktivis. Karena tanpanya, mustahil ia konsisten memperjuangkan apa yang dianggapnya benar.
“Idealisme adalah satu-satunya kemewahan yang dimiliki aktivis. Tanpa itu kau tak akan bisa membela kebenaran dan melawan kedzaliman,” tegas Adi Pray, Pengamat Politik Nasional itu.
Sekolah Gerakan ini akan terus dilaksanakan ke depan dengan menghadirkan pemateri-pemateri yang sudah malang melintang dalam dunia aktivisme dan gerakan. Nantikan jadwal-jadwal Sekolah Gerakan selanjutnya.
Menyukai ini:
Suka Memuat...