Connect with us

Sosial

Pameran Seni Rupa Untuk Menyembuhkan Derita Bangsa

Published

on

SERIKATNEWS.COM – Bangsa ini baru saja melangsungkan bulan-bulan politik yang penuh dengan persaingan dan perseteruan antar kelompok. Tak jarang, perseteruan tersebut dibawa ke wilayah pribadi hingga memisahkan silaturahmi dengan kerabat, sahabat dan tetangga. Akibatnya, masyarakat mengalami kebingungan karena tak adanya pedoman moral yang dapat dipercaya serta terluka secara mental akibat pertikaian yang dihayati terlalu dalam.

Keadaan tersebut memerlukan usaha mediasi secara politik di level elite, rekonsiliasi di level sosial, dan penyembuhan di level mental. Dalam rangka hal itu, sejumlah seniman mengajak masyarakat luas, baik profesional seni maupun masyarakat umum untuk berpartisipasi dalam pameran seni rupa yang bertajuk “Tanda Cinta” yang akan diselenggarakan di Parak Seni, Yogyakarta, Sabtu (20/7/2019).

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima serikatnews.com, Selasa (16/7/2019), pameran tersebut akan diikuti oleh para seniman berpengalaman yang memiliki keragaman teknik dan tematik, yaitu Basrizal Albara, Robert Nasrullah, Laksmi Shitaresmi, Ahmad Sobirin, Rismanto, Ampun Sutrisno, Nugroho, Watie Respati, Yaksa Agus dan Purwanto.

Pameran akan dikuratori oleh penyair Faisal Kamandobat yang sehari-hari bekerja sebagai peneliti di Abdurrahman Wahid Center for Peace and Humanities Universitas Indonesia (AWCPH-UI), Jakarta. Pameran akan dibuka oleh pendiri dan direktur ArtJog, Heri Pemad dan dimeriahkan oleh pertunjukan musik dari Ikhlas Experience dan art performer Yakob Varame.

Faisal Kamandobat mengatakan bahwa di mata para seniman, cinta dapat menjadi wahana untuk menyembuhkan luka-luka batin bangsa akibat pertikaian yang tak berkesudahan. Tentu saja cinta tersebut bukan cinta layaknya di masa remaja, melainkan cinta yang telah digali lewat renungan yang mendalam serta dikembangkan secara kreatif ke dalam berbagai dimensi dan material artistik.

“Hasilnya adalah cinta yang memiliki makna kemanusiaan dan spiritual, melampaui perbedaan pilihan politik, kelompok sosial, ideologi dan agama,” ujarnya.

Baca Juga:  Natal Nasional GMKI: Sumba Memiliki Keindahan Budaya, Alam, dan Toleransi Antar Umat Beragama

Lukisan karya Yaksa Agus, Great Memories

Di samping alasan kontekstual, Faisal Kamandobat menjelaskan tema cinta dipilih oleh para seniman karena memiliki kandungan pemikiran yang kaya dan dalam. Dalam sejarah seni, mungkin tak ada tema yang lebih populer dan langgeng sebagaimana cinta. Ia selalu menggoda para seniman dengan misteri yang tak habis-habis diurai, digambarkan dan diciptakan secara berkelanjutan. Ia ibarat buku yang tak habis dibaca karena selalu memberi makna sebanyak yang kita minta.

“Dapat dikatakan bahwa misteri dan energi cinta adalah misteri dan energi umat manusia sendiri dengan wajah kehidupan yang dijalani—sebagaimana pernyataan sebagian mistikus dan filsuf. Jejaknya tak hanya ditemukan pada buku-buku, lukisan-lukisan, komposisi musik dan drama, melainkan juga pada batin setiap insan pada bentang berbagai peradaban,” imbuh Faisal.

Lebih lanjut, Faisal memaparkan bahwa pameran seni rupa “Tanda Cinta” merupakan usaha memenuhi panggilan arus kolosal di atas. Menurutnya, para seniman telah mengamati, menggambarkan dan mencipta ulang cinta; begitu dekat tetapi begitu gaib, begitu kuat tapi juga begitu lembut. Data-data objektif bisa ditemukan pada jutaan lembar mitologi dan etnografi, namun untuk menjadi daya kreatif, cinta tak cukup sekedar sebagai pemikiran atau hasil pengamatan, melainkan juga sebagai sebuah pengalaman, penghayatan dan pengorbanan. Hanya dengan itu cinta bisa menjadi jalan kembali menuju firdaus yang silam.

“Dalam pameran ini, kita menemukan cinta yang purba pada paras bongkahan batu yang dipahat dengan teknik yang piawai, liukan pohon yang diserut demi menghasilkan unsur musikal, gambar perabot teknologi yang membawa gelombang hati pada getaran atom di udara, rumpun bunga yang menggeliat layaknya kobaran gairah, atau lambang tradisi yang mengajak kita mengingat kosmologi para moyang, serta wajah batu yang ditatah sebagai manifestasi pencarian spiritual. Begitulah cinta mengungkapkan dirinya pada beragam bentuk dan warna, rupa-rupa benda dan kandungan batinnya,” papar kurator pameran ini.

Baca Juga:  FKPUB Pamekasan Kibarkan Semangat Kerukunan Guna Membentuk Generasi Muda yang Berkarakter

Dengan cara itulah, Faisal menegaskan bahwa cinta dalam seni kontemporer tak semata wawasan yang dibayangkan layaknya karya seni di kuil-kuil dan museum-museum yang berisi kisah para dewa, melainkan cinta yang dapat dialami dan dihayati layaknya sepotong senyuman yang biasa kita jumpai namun tiba-tiba dapat menggetarkan hati. Para seniman telah mendedikasikan bakat, keringat dan waktunya untuk menebus surga yang jauh dan tinggi agar menjadi dekat dan membumi. Dan seperti yang kita saksikan, usaha yang mereka lakukan tidak sia-sia.

Advertisement
Advertisement

Terkini

News2 jam ago

BNPB Gunung Semeru Siapkan Tempat Pengungsian Warga

SERIKATNEWS.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana menghimbau kepada warga yang pemukimannya tidak jauh dari Gunung Semeru untuk tidak melakukan aktivitas...

News2 jam ago

Deformasi Gunung Merapi Ada 6 Periode

SERIKATNEWS.COM – Sumber tekanan magma di Gunung Merapi Yogyakarta, saat ini berada pada kedalaman 1,3 kilometer di bawah puncak. Hal itu...

Pendidikan3 jam ago

Butuh Protokol Tambahan untuk Sekolah Tatap Muka

SERIKATNEWS.COM – Epidemiolog UGM Bayu Satria Wiratama mengatakan bahwa keputusan untuk memulai pembelajaran tatap muka di sekolah perlu melibatkan sejumlah...

News7 jam ago

Tak Hadir Saat Dipanggil Penyidik, HRS Muncul di Reuni 212 dan Minta Maaf

SERIKATNEWS.COM – Reuni 212 digelar secara virtual dengan dihadiri oleh puluhan tokoh, baik dari tokoh agama, nasional dan aktivis, Rabu...

Ekonomi10 jam ago

Pengrajin Batik Rahma Yeni Berbagi Ilmu dengan Kaum Perempuan

SERIKATNEWS.COM – Permintaan batik Sampan di Desa Sungai Kasai Kecamatan Pariaman Selatan Kota Pariaman yang dikembangkan Rahma Yeni semakin banyak....

Hukum12 jam ago

Salah Sasaran, Pendukung Habib Rizieq Geruduk Rumah Ibunda Mahfud

SERIKATNEWS.COM – Puluhan orang mengepung rumah ibunda Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, di Pamekasan,...

Peristiwa13 jam ago

Ratusan Rumah di Jombang Terendam Banjir

SERIKATNEWS.COM – Dua sungai meluap mengakibatkan 474 rumah penduduk Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung, Jombang terendam banjir. Sebanyak 60 warga setempat...

Populer

%d blogger menyukai ini: