SERIKATNEWS.COM – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui kelima lembaga di bawah naugannya menyelengarakan kelas literasi digital. Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Acacia, Jakarta, pada Kamis 7 Juli 2022, bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI.
Kelima lembaga itu ialah Lapkesdam NU, LTNU, LDNU, RMI NU, serta LP Ma’arif NU yang akan memberikan pelatihan keterampilan dasar digital dengan membahas empat pilar utama yang menjadi kurikulum dasar Gerakan Literasi Digital Nasional. Yaitu, kecakapan digital, budaya digital, etika digital, dan keamanan digital.
Ketua PBNU Savic Ali, yang membuka “Kick Off Literasi Digital”, ikut berpendapat bahwa adanya kelas khusus literasi digital ini merupakan bagian dari menjembatani dan mendorong keadilan akses kepada lebih banyak masyarakat terkhusus anggota NU.
“Ini adalah respons penting kita dalam melakukan perjuangan-perjuangan NU di masa mendatang, karena tidak lagi terbatas soal keagamaan tapi juga secara sosial hingga politik,” ujar Savic.
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) merespons positif atas terselenggaranya program literasi digital. Menurutnya, hal itu merupakan ikhtiar bersama untuk menciptakan kehidupan di ruang digital menjadi lebih positif mengingat dunia digital telah mendominasi ruang hidup masyarakat luas.
“Ini semua ikhtiar kita bersama agar suasana dalam pergaulan dunia digital yang semakin mendominasi ruang hidup bersama ini menjadi lebih positif, membawa maslahat, dan menghindari kemudaratan yang mungkin timbul,” ungkap Gus Yahya dalam sambutannya
Direktur Jendral Aplikasi dan Informatika (Aptika) Kementerian Kominfo Semuel A. Pangerapan menambahkan bahwa dengan pelatihan literasi digital dasar maka diharapkan tidak ada satu pun unsur masyarakat termasuk anggota NU yang tertinggal dari perkembangan teknologi yang pesat.
Ia pun meminta agar para peserta dapat menerima dengan baik materi-materi yang diajarkan sehingga bisa mendukung visi menjadi bangsa digital dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Peningkatan literasi masyarakat adalah pekerjaan besar, oleh karena itu diperlukan kolaborasi yang kuat agar tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam proses percepatan transformasi digital, perlu diingat nobody left behind,” ujarnya.
Adapun program ini akan berlangsung selama Juli hingga Oktober 2022 dengan sasaran anggota-anggota NU sehingga bisa lebih leluasa dan secara positif memanfaatkan ruang-ruang digital di Indonesia.
Tercatat hingga akhir 2021, Gerakan Literasi Digital Nasional (GLDN) telah menjangkau lebih dari 12 juta masyarakat di 514 kota dan kabupaten dari 34 provinsi yang ada di Tanah Air.
Dengan keterlibatan NU sebagai salah satu basis komunitas muslim di Indonesia, maka akan semakin banyak masyarakat Indonesia yang melek digital dan bisa terlibat aktif membangun ruang digital yang sehat dan bermanfaat.
“Saya berharap dengan adanya kelas Literasi Digital ini terciptanya talenta- talenta digital baru di Indonesia yang lebih berkualitas dan siap membantu mewujudkan visi Indonesia menjadi digital nation,” tutup Semuel.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...