SERIKATNEWS.COM – Piawai dalam memilih pupuk adalah salah satu kunci menuju keberhasilan bisnis agrikultur. Selain dapat meningkatkan produktivitas tanaman, pemilihan pupuk yang tepat juga akan meningkatkan kualitas panen, sekaligus membuat daya tahan tanaman terhadap serangan hama meningkat.
Menurut Freddy, Co-Founder Pupuk Hayati Dinosaurus sudah saatnya menghindari penggunaan pestisida, pupuk hayati bisa jadi pilihan utama petani dalam memenuhi harapan tadi. Menurutnya, dengan menggunakan bahan organik dan teknologi mikroba, pupuk hayati dapat meningkatkan hasil panen hingga 50%.
“Berdasarkan pengalaman di lapangan, para petani yang menggunakan Pupuk Hayati Dinosaurus hasil panennya meningkat hingga 50% dari sebelumnya, ini karena adanya mikroba baik dan unsur yang terkandung dalam pupuk tersebut,” Ujar Freddy, di Jakarta, Kamis (13/6/2019).
Selain memberikan nutrisi terbaik bagi tumbuhan, bakteri baik menurutnya juga dapat menyuburkan tanah dengan mengurai unsur penting yang diperlukan dalam proses pertumbuhan. Tanah yang subur dapat meningkatkan hasil panen dengan maksimal.
“Penggunaan Pupuk Dinosaurus juga terbukti dapat meningkatkan resistensi tumbuhan secara alami. Hal ini karena mikroba baik dapat melawan kehadiran patogen bakteri jahat. Dengan demikian penggunaan pestisida yang tidak sehat bagi tubuh dan alam dapat dikurangi dalam proses bertani,” ujarnya.
Lanjut Freddy, dalam prosesnya pupuk hayati menyuburkan tanah secara alami. Hal ini berbeda dengan pupuk kimia yang hanya melengkapi unsur tanpa menyuburkan tanah. Akibatnya tanah menjadi rusak dalam penggunaan jangka panjang. Sering kali tanaman yang hanya diberi pupuk kimia akan melambat produksi panennya setelah beberapa tahun.
“Penggunaan pupuk kimia dapat perlahan dikurangi dan diganti dengan Pupuk Hayati Dinosaurus untuk hasil jangka panjang yang baik,” imbuhnya.
Cara penggunaannya pun cukup mudah karena berbentuk cair. Caranya, pupuk dicairkan bersama air dengan perbandingan 1:40, lalu semprot ke tanaman dan tanah di sekelilingnya. Penggunaannya pun cukup 2-3 kali dalam sebulan. Namun pada pertumbuhan awal tanaman yang masih muda, penggunaannya bisa lebih intensif, yaitu sekali seminggu dalam dua bulan.
Dengan demikian, Freddy mengklaim bahwa Pupuk Dinosaurus sudah diaplikasikan oleh berbagai pengusaha perkebunan, serta petani lokal di Indonesia.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...