PLN Kucurkan Rp9,2 Miliar Nyalakan Listrik 4 Desa di Ketapang
Penulis: Serikat News
Minggu, 11 Juli 2021 - 21:28 WIB
SERIKATNEWS.COM – PLN Berhasil menghadirkan listrik ke 751 kepala keluarga di empat desa yang berada di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar). Keempat desa tersebut yaitu Desa Batu Tanda, Desa Batu Payung, Desa Muntai dan Desa Air Dekakah.
Untuk melistriki empat desa tersebut, PLN menginvestasikan anggaran senilai Rp9,2 miliar. Dengan kata lain, PLN mengalokasikan Rp12,7 juta untuk mengalirkan listrik ke setiap rumah pelanggan.
“Saat ini sudah kami nyalakan listrik di 721 rumah pelanggan, selanjutnya secara bertahap akan kami nyalakan 329 potensi pelanggan lainnya,” jelas General Manager PLN Kalbar, Ari Dartomo, di Ketapang, Minggu 11 Juli 2021.
Demi mengantarkan listrik ke empat desa terpencil tersebut, PLN membangun perluasan jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 30,59 kilometer sirkuit (kms), jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 18 kms, dan 4 buah gardu distribusi dengan total kapasitas 500 kilovolt Ampere (kVA).
Sementara itu, suplai listrik ke empat desa tersebut berasal dari sistem kelistrikan Air Upas dengan panjang jaringan distribusi sepanjang 135,19 kms. Total panjang penyulang dari pangkal/PLTD sampai ke Desa Batu Payung sepanjang 56,89 kms, ke Desa Muntai 44,9 kms, ke Desa Dekakah 25,4 kms, dan ke Desa Batu Tanda sepanjang 8 kms.
“Kami berharap keberadaan listrik PLN dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di desa tersebut. Kehidupan warga akan berubah menjadi lebih baik lagi,” kata Ari.
Masuknya listrik ke desa mendukung pertumbuhan perekonomian warga (Foto: PLN/Serikat News)
Wiyono, Kepala Desa Muntai tak dapat menyembunyikan kegembiraannya. Sembari mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada PLN yang sudah mengupayakan hadirnya listrik di desa mereka.
“Saya mewakili masyarakat desa berterima kasih kepada PLN yang sudah melistriki desa kami. Dengan adanya listrik, kehidupan kami akan berubah, ekonomi warga pun dengan sendirinya akan tumbuh, anak-anak merasa nyaman belajar di rumah,” ungkapnya.
Hal yang sama juga diungkap Rizal, kepala Dusun SP3, Desa Batu Tanda. Menurutnya, sebelum listrik PLN masuk, warga harus menggunakan genset untuk penerangan di malam hari, itu pun hanya beberapa jam saja.
“Alhamdulillah setelah masuknya listrik PLN ini, kami sekarang bisa lebih menghemat pengeluaran rutin bulanan untuk membeli solar. Sebelumnya, untuk mengoperasikan mesin genset, kami harus mengeluarkan uang sekitar Rp800 ribu setiap bulannya untuk membeli solar, itu belum termasuk biaya perawatan jika sewaktu-waktu ada kerusakan,” ungkap Rizal.
Masuknya listrik PLN juga mendukung pertumbuhan perekonomian di desa. Hal ini diungkapkan oleh Puryanto, pemilik warung sembako di Desa Batu Tanda. Ia merasa optimistis dengan adanya listrik, usaha yang dijalankannya akan semakin maju dan berkembang. (*)
JAKARTA – Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) saat ini tengah memperjuangkan kesejahteraan dosen di Mahkamah Konstitusi (MK) melalui uji materi Undang-Undang
SLEMAN – SMP Negeri 2 Kalasan menggelar kegiatan latihan kurban bertema “Qurban Berbagi Kebahagiaan Tumbuhkan Kepedulian” di halaman sekolah, Kledokan,
SLEMAN– Balai Pemasyarakatan Kelas I Yogyakarta memperkuat pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih
JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memblokir situs www.polymarket.com. Pemutusan akses dilakukan karena Polymarket terindikasi memfasilitasi praktik judi online
JAKARTA – Pengurus Pusat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) melakukan audiensi dengan Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional