Connect with us

Opini

Polisi Bertindak Cepat Tangani Tragedi Susur Sungai

Published

on

Pramuka
Ilustrasi: Pantau.com

Tindakan cepat jajaran Polda Daerah Istimewah Yogyakarta (DIY), masuk dalam kasus tragedi susur sungai menjadi perhatian masyarakat terutama masyarakat pendidikan. Polisi terus melakukan penyelidikan bahkan terkait tragedi yang mer nggut nyawa 10 orang siswa SMPN 1 Turi, Sleman.

Polisi dalam tragedi susur Sungai itu telah menetapkan 1 orang tersangka, seorang guru dan pembina pramuka bernama IYA (36 tahun). Tersangka dikenakan pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan orang meninggal dunia. Tersangka juga dikenakan pasal 360 KUHP tentang kelalain yang menyebabkan orang lain luka-luka.

Jajaran Polda DIY hingga saat ini sudah memeriksa 15 orang saksi. Para saksi yang diperiksa adalah 7 orang pembina pramuka, 3 orang dari Kwarcab, 3 orang warga sekitar, dan 2 orang siswa. Berdasarkan keterangan seorang siswa peserta susur sungsai, peristiwa tragedi susur sungai itu diduga terjadi akibat kelalaian.

Dalam kasus tragedi Susur Sungai ini tidak hanya merenggut nyawa 10 orang siswa. Tetapi tragrdi itu menyebabkan korban luka 23 oramg siswa. Selain itu menimbulkan kesedihan luar biasa bagi keluarga korban.Karena itu polisi sudah bertindak tepat melakukan proses penyelidikan bahkan penyidikan dan sudah menetapkan satu orang tersangka.

Langkah hukum yg dilakukan jajaran Polda DIY itu tentu menjadi perhatian masyarakat pendidikan secara luas. penegakkan hukum terhadap kelalaian  pembina siswa yg mengikuti kegiatan susur sungai itu akan menjadi pelajaran berharga bagi orang tua, pendidik, dan pembina kegiatan siswa agar selalu hati-hati dan terus memantau segala aktivitas pendidikan siswa.

Penetapan tersangka IY oleh jajaran Polda DIY merupakan bentuk edukasi agar para guru dan pembina kegiatan-kegiatan siswa di sekolah dan di luar lingkungan sekolah ntuk selalu memperhitungkan kondisi medan, kondisi fisik, psikis dan intelektual para siswa dalam memberikan instruksi-instruksi pendidikan terutama berkaitan dengan pendidikan bersifat fisik untuk para siswa. Untuk kegiatan semisal susur sungai yang melibatkan 249 orang siswa dan kegiatan sejenis dengan melibatkan banyak prserta ada baiknya berkoordinasi dgn pihak kepolisian terdekat.

Baca Juga:  Kala "Agama" Menjadi Jahat, Apa Benar? Refleksi Dampak Pemikiran Prof. Yudian

Penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus tragedi susur sungai ini akan dapat mengingatkan para pendidik dan pembina siswa bahwa proses pendidikan itu selayaknya memberikan rasa nyaman, aman, kegembiraan bagi para siswa baik di sekolah atau ketika aktivitas di luar sekolah.

Sebab masih ada saja kasus-kasus oknum guru atau oknum pembina siswa di sekolah yang melakukan kekerasan terhadap siswa. Mendisiplinkan siswa itu sangat penting, tetapi prakteknya mesti dengan metode yang bernilai edukasi.

Jajaran Polda DIY dapat terus mengembangkan proses penyelidikan dan penyidikan kasus tragedi susur sungai itu, sebagai upaya untuk evaluasi apakah kegiatan-kegiatan siswa di sekolah atau diluar lingkungan sekolah selalu menekankan nilai-nilai edukasi yg berguna bagi pertumbuhan fisik, psikis, dan kecerdasan intelektual para siswa.

Advertisement

Popular