SERIKATNEWS.COM – Pembacaan sholawat nariyah yang menjadi salah satu imbauan Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, disambut antusias oleh masyarakat dalam acara-acara resmi maupun tidak resmi, baik secara perorangan maupun berkelompok.
Pemkab Situs berharap dengan kebiasaan pembacaan sholawat nariyah ini menjadi pemantik kesolehan individu dan kesolehan sosial di Situbondo yang kini mengusung semboyan ‘SITUBONDO KOTA SANTRI’.
Dalam rangka mengukur pengaruh sholawat nariyah terhadap perilaku masyarakat, Politika Research and Consulting pada akhir 2019 mengadakan survei opini publik. Survei tersebut merupakan yang ketiga kalinya setelah 2015 dan 2018. Survei opini publik ini mengukur semua aspek mengenai sholawat nariyah, baik dari segi kebiasaan membacanya maupun pengaruhnya terhadap perilaku masyarakat.
“Apakah dengan seringnya membaca Sholawat Nariyah kesalehan masyarakat meningkat atau tidak. Berdasarkan survei tahun 2019 ini, terlihat perubahan perilaku masyarakat dibanding survei tahun 2015 dan 2018,” jelas Direktur Utama PRC Rio Prayogo kepada Serikatnews.com, di Jakarta, Senin (6/1/2020).
Dari hasil survei PRC tersebut, sebanyak 90 persen masyarakat yang rutin mengamalkan sholawat nariyah umumnya mengaku hidupnya jauh lebih bermakna. Sholawat yang mereka biasa baca berdampak positif terhadap kehidupan,baik secara individu maupun sosial.
“Oleh sebab itu, mereka sangat setuju dengan imbauan Pemda Situbondo untuk membiasakan membaca sholawat nariyah, karena dengan imbauan itu juga mereka yang tak terbiasa menjadi terbiasa membaca sholawat nariyah,” tambah Rio.
Dalam beberapa aspek kehidupan, imbauan terkait pembacaan sholawat nariyah oleh Pemkab Situbondo berdampak positif, baik pada aspek perekonomian, keagamaan, keamanan, keremajaan, maupun pendidikan.
“Sebanyak 87 persen masyarakat yakin dan sangat yakin bahwa pembacaan sholawat nariyah secara berkelanjutan, konsisten dan serius, akan berdampak positif bagi masyarakat Kabupaten Situbondo,” imbuhnya.
Untuk diketahui, antusiasme masyarakat terhadap imbauan pembacaan sholawat nariyah dalam acara formal dan informal juga terlihat pada temuan: sebanyak 50,1% responden menjawab SETUJU dan 42,7% menjawab SANGAT SETUJU jika Kabupaten Situbondo menggunakan slogan “Situbondo: Bumi Shalawat Nariyah”.
Akan tetapi ketika pertanyaan mengenai slogan Situbondo diperbandingkan dengan beberapa pilihan slogan yang lain, maka sebanyak 50,2% responden memilih slogan SITUBONDO KOTA SANTRI. Sementara itu, slogan SITUBONDO BUMI SHALAWAT NARIYAH dipilih sebanyak 42,3% responden.
Dengan demikian, PRC menilai dua pilihan ini tidak terlalu berbeda jauh secara makna. Maka survei ini memberikan rekomendasi slogan yang merupakan kompilasi dari dua slogan di atas, yakni: SITUBONDO; KOTA SANTRI BERSHALAWAT NARIYAH.
Slogan tersebut muncul sebagai gambaran umum dari hasil survei ini yang menghasilkan temuan yang saling berkaitan secara signifikan antara sholawat nariyah sebagai sebuah teks yang mampu menjadi penggerak perubahan positif pada masyarakat Kabupaten Situbondo.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...