Connect with us

Ekonomi-Politik

Merawat NKRI, Menyatukan Pancasila dan Nilai Keislaman

Published

on

Foto: Dok, SerikatNews

SERIKATNEWS.COM – Media Pilihanrakyat.id menggelar dialog kebangsaan dengan tajuk “Peran Tokoh dalam Menjaga Keutuhan NKRI”, di Situbondo, Minggu (5/1/2020). Acara ini juga bagian dari rangkaian semarak ulang tahun ke-8 SMP Badridduja.

Diawali dengan sambutan dari pengasuh Pondok Pesantren Badridduja, K.H. Tauhidullah Badri, acara berjalan meriah. Apalagi undangan dan peserta dialog sangat antusias mengikuti acara.

“Dalam sejarah kehidupan manusia tidak ada perjanjian yang sangat fenomenal selain perjanjian yang disebut Piagam Madinah, oleh karena itulah jangan mengajari kaum pesantren tentang wawasan kebangsaan karena itu lahir dari nilai-nilai keislaman,” tegas KH. Badri.

Memahami wawasan kebangsaan dan keislaman merupakan satu keharusan, karena kedua pemahaman tersebut memiliki kesinambungan yang mengarah pada kuatnya kepedulian kita terhadap sesama.

“Jangan ajari nilai-nilai kemanusian karena itu sudah lahir dari nilai-nilai keislaman,” tambahnya.

Acara dilanjut dengan pelantikan JAMAN Kabupaten dan Kota Probolinggo yang dipimpin langsung oleh DPD Jaman Jatim, Mulyadi S.H.

“Harapan besar semoga JAMAN bisa menjadi media sekaligus jembatan bagi masyarakat untuk sama-sama bisa membangun dan menjaga keutuhan NKRI,” harapan Mulyadi.

Dalam dialog kebangsaan, hadir juga Anisah Syakur selaku DPR RI, Abdul Aziz Wahab selaku Rektor, dan Ahmad Hilmy DPRD Jatim.

Abdul Aziz mengatakan, isu kebangsaan dan keislaman selalu menarik didiskusikan, apalagi masih banyaknya masyarakat selalu membentur-benturkan Islam dengan pondasi negara yaitu pancasila.

“Jika ada golongan yang mengatakan Indonesia harus khilafah maka sebenarnya Indonesia telah khilafah Pancasila,” ucap Abdul Aziz.

Begitu pun Anisah Syakur mengatakan bahwa pemahaman terkait Pancasila memang harus digalakkan terutama pada generasi milenial. Pancasila juga mengemban visi kemanusiaan sama halnya dengan Islam.

“Pada suatu waktu, Kiai Ahmad Siddiq saat muktamar NU di situbondo pernah bertanya, siapa yang berani bertanggungjawab kepada Allah kalau kita tidak mau menerima pancasila? Akan tetapi, saya akan bertanggungjawab kepada Allah kalau kita sepakat bahwa Pancasila kita sepakati sebagai pandangan hidup Negara Republik Indonesia,” jelasnya.

Baca Juga:  Presiden Berpesan agar WNI di Hong Kong Tetap Ingat Pancasila

“Rasulullah merangkul semua kekuatan tanpa membeda-bedakan hak asasi manusia. Rasullullah satu suku dengan yg lainnya bertempat di Madinah yang pada saat itu dikenal dengan sebutan masyarakat madani. Itu yg menjadi motivasi kita untuk hidup berdampingan dengan semua suku bangsa,” tegas Anisah Syakur.

Advertisement

Popular