Connect with us

Politik

Skeptisisme Rocky terhadap Pemerintah

Published

on

Rocky Gerung © Istimewa

SERIKATNEWS.COM – Publik saat ini dihebohkan dengan istilah New Normal yang diusung oleh pemerintah dalam menyikapi pandemi Covid-19. Sebuah konsep kembali hidup dengan aktivitas normal tentunya dengan beberapa syarat protokol kesehatan.

Beberapa daerah di Bali dan Jawa barat sudah mulai menerapkan new normal dan beberapa daerah sisanya sedang dalam tahap persiapan.

Sebagaimana mestinya, setiap kebijakan pemerintah selalu menuai pro dan kontra (dan beberapa sisa lainnya diam saja atau bahkan tidak tau).

Salah seorang yang menarik untuk dibicarakan adalah Rocky Gerung. Filsuf dan pengamat politik yang juga mantan dosen Universitas Indonesia tersebut selalu di depan untuk urusan kritik terhadap pemerintah.

Mengutip dari suara.com, Rocky Gerung mengungkap bahwa situasi new normal yang diusung pemerintah terlalu didramatisasi, bahkan menurutnya seorang pemulung juga ikut bicara masalah new normal.

Artinya, ungkapan seorang pemulung terkait new normal tersebut merupakan sebuah ledekan terhadap pemerintah.

“Jadi di dalam kekacauan itu orang akan menganggap New Normal artinya ya di normal-normalkan atas sesuatu yang belum normal. Tidak secara natural New Normal itu diperoleh,” ucapnya dalam sebuah diskusi daring dengan Harsubeno Arif yang kemudian diunggah di kanal YouTube Rocky Gerung Official pada Senin (1/6/2020).

Menurutnya, new normal merupakan istilah pleonasme atau penambahan informasi pada pernyataan yang sudah jelas atau menambahkan keterangan yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

 

Baca Juga:  Bersama Gubernur Jabar, Kiai Maman kembali bersholawat Satu Jari
Advertisement

Popular