SERIKATNEWS.COM – Yogyakarta menyimpan banyak sekali peninggalan sejarah. Salah satunya berupa kuliner dan situs-situs bangunan yang menjadi tempat wisata. Ada yang peninggalan tradisional, ada juga yang merupakan hasil akulturasi budaya Barat dan Jawa.
Salah satu kuliner lama yang terkenal di Yogyakarta bernama songgo buwono. Makanan ini mirip sandwich. Secara bahasa, songgo berarti menyangga, sedangkan buwono berarti langit atau kehidupan.
Dikutip dari Setneg, Jumat (04/08/2023), mulanya songgo buwono merupakan makanan para bangsawan Keraton yang dimulai pada masa Sultan Hamengkubuwono VIII. Songgo buwono disajikan pada saat perayaan pernikahan di keraton. Sebagaimana arti songgo buwono, kedua pasangan yang menikah diharapkan bisa menjalani kehidupan rumah tangga dengan penuh kesiapan.
Terdiri dari daun selada, kue sus, dan ragut, setiap bahan songgo buwono punya makna tersendiri. Daun selada yang terletak paling bawah merupakan perwujudan dari alam yang asri penuh pepohonan dan tumbuhan hijau.
Sedangkan kue sus yang terletak di atas selada merupakan perwujudan bumi yang menjadi tempat tinggal semua makhluk, baik yang hidup dan mati. Di atas roti sus diberi ragut, yaitu campuran daging, wortel, bawang bombay, dan bumbu penyedap yang menyiratkan berbagai perbedaan di dunia ini dapat bersatu-padu.
Selanjutnya, di atas ragut terdapat telur ayam yang merupakan perwujudan gunung dengan mayones sebagai simbol langit. Terakhir, dalam sajian songgo buwono terdapat acar yang merupakan perwujudan dari bintang-gemintang. Saat ini, songgo buwono sudah diproduksi oleh masyarakat umum dan bisa dibeli di toko atau pasar kuliner.
Kontributor Serikat News Daerah Istimewa Yogyakarta
Menyukai ini:
Suka Memuat...