SERIKATNEWS.COM – Perayaan Hari Galungan di Pura Aditya Jaya, Rawamangun, Jakarta Timur, tidak hanya melakukan persembahyangan. Namun uniknya kali ini juga akan dilakukan Upacara Mecaru.
Mecaru sendiri merupakan upacara yang bertujuan untuk menjaga keharmonisan dengan alam. Pasalnya manusia harus menjaga dan merawat alam. Sebab bila alam tidak dirawat, maka suatu saat manusia dapat binasa karena alam.
Menurut Pinandita Pura Aditya Jaya, I Gusti Made Agung Nugraha, Mecaru dilakukan karena pura ini sempat ditimpa bencana banjir pada tahun baru 2020.
“Pura ini pernah kebanjiran pada tahun baru di mana rakyat DKI juga mengalami musibah (banjir) yang besar. Maka kami mengadakan Upacara Mecaru setelah Hari Raya Galungan,” ujar I Gusti Made Agung Nugraha, seperti dikutip dari Detik, Rabu (19/2/2020).
Dia menjelaskan bahwa Mecaru ini juga dapat dipahami sebagai langkah manusia melakukan introspeksi diri.
“Bencana ini, kita tidak tahu mengapa ada bencana? Kehendak Tuhan bencana itu terjadi. Sehingga kita sadar nggak dengan diri kita? Ada kekurangan dalam diri kita sebagai manusia yang diciptakan Tuhan di alam semesta ini. Harus introspeksi diri,” katanya.
Selain itu, Dia mengatakan bahwa Mecaru juga dilakukan guna menetralkan hal buruk yang disebut sebagai setan atau bhuta kala.
“(Mecaru dilakukan) untuk menetralisir, menghilangkan yang negatif dan mendapatkan yang positif,” imbuhnya.
“Karena kita diganggu bhuta kala maka kita berikan caru (kurban), janganlah engkau mengganggu manusia. Mari kita hidup berdampingan, itu tujuannya. Baik dia bhuta kala atau apapun, kita tidak pernah bermusuhan kita harus selalu santi, damai,” tutup Made.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...