JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyita aset kendaraan dalam penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Tim penyidik menyita satu unit mobil mewah merek BMW dari tersangka Richard Erlangga (RIC), yang merupakan tenaga ahli mantan Kepala BNPB, Suharyanto.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa penyitaan satu unit mobil mewah merek BMW itu dilakukan pada Jumat (23/10/2026). Dengan bertambahnya mobil BMW milik Richard Erlangga, total kendaraan roda empat yang telah disita KPK dalam perkara ini mencapai empat unit.
Tiga unit mobil sebelumnya disita saat penggeledahan di kediaman tersangka Bima Setiawan (BMS), tenaga ahli sekaligus adik Suharyanto, dan pihak terkait di wilayah Jakarta, yaitu satu unit mobil listrik AION, BYD/Atto 3 Superior, serta satu unit BMW.
“Penyidik kembali melakukan penyitaan terhadap satu unit mobil BMW dari tersangka RIC. Penyidik selanjutnya akan melakukan analisis lebih lanjut atas temuan-temuan dalam upaya paksa penggeledahan ini, untuk memperkuat alat bukti yang dibutuhkan dalam pengungkapan perkara secara utuh,” ujar Budi Prasetyo melalui keterangan tertulis.
Perkara korupsi ini bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang mengamankan 14 orang, sebelum KPK akhirnya menetapkan lima orang tersangka. Selain Bima Setiawan dan Richard Erlangga, tersangka lainnya meliputi Gabriel Purwaka Sigit selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Subdirektorat Pengelolaan Bantuan dan Dana Kedaruratan BNPB, serta dua pihak swasta yakni Syifa Nrika Ghifarin dan Gery Prasetiawan.
Kasus ini berkaitan dengan dugaan suap dan konflik kepentingan dalam pengelolaan Dana Siap Pakai (DSP) untuk penanganan darurat kebencanaan periode 2024-2026.
Selain empat unit kendaraan roda empat, tim penyidik KPK juga telah mengamankan berbagai barang bukti lain dengan estimasi total mencapai Rp5,47 miliar. Rincian barang bukti tersebut meliputi uang tunai senilai Rp3,35 miliar, uang asing sebesar 7.500 dolar AS dan 9.000 dolar Singapura, 56 keping emas seberat 133 gram (senilai Rp315,8 juta), tabungan emas seberat 192 gram (senilai Rp452 juta), serta aset kripto bernilai sekitar Rp1,10 miliar.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.