SERIKATNEWS.COM- Polemik yang terjadi di Desa Sidodadi, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo makin memanas, Rabu (22/2/2023) pagi, puluhan warga menggeruduk kantor desa setempat dengan tuntutan meminta PJ Kades mundur.
Hal tersebut, lantaran puluhan warga menyebut kondisi desa sudah tidak kondusif karena ulah PJ Kades yang dinilai memberhentikan seorang pekerja ulu-ulu banyu secara sepihak lalu diganti orang lain yang tidak diinginkan oleh warga.
Menanggapi hal itu, PJ Kades Sidodadi, Sutomo mengatakan, aksi demo warganya tersebut memang benar adanya. Akan tetapi, aksi itu hanya akal-akalan beberapa oknum yang tidak suka dan menginginkan dirinya untuk diganti sebagai PJ Kades.
Hal tersebut, menurut Sutomo, dibuktikan dengan aksi massa yang datang sekitar pukul 6.30 Wib atau saat perangkat desa termasuk PJ Kades belum tiba di kantornya. Dan setelah itu, 10 menit kemudian, massa membubarkan diri setelah sesi dokumentasi usai.
“Jadi pas tahu ada info warga demo, saya langsung meminta perangkat desa ke lokasi dan sampai di sana massa sudah tidak ada. Jadi ini demo seperti yang dibuat-buat, massa datang bukan ketika jam kantor buka,” kata Sutomo.
Setelah berita demo menyebar, lanjut Sutomo, barulah pihaknya meminta ke perangkat desa mencari informasi terkait keinginan masyarakat yang datang ke kantor desa. Dan anehnya, ada salah satu massa mengaku tidak mengetahui pasti kegiatan demo di kantor desa.
“Ada perangkat yang datang ke salah satu massa yang ikut demo, dan ternyata setelah ditanyakan keinginan dan tujuannya, warga yang ikut demo tidak tahu, mereka cuma bilang ikut-ikutan karena ada oknum yang memberi uang Rp25 ribu untuk ikut,” tutur Sutomo.
“Karena sudah diberi uang Rp25 ribu, jadi warga ya ikut-ikut saja, namanya juga uang, pasti mau. Jadi kesannya demo ini dibuat-buat, demonya saja sekitar 10 menitan, datang cuma foto-foto lalu pulang,” pungkas mantan PJ Kades Bucor Wetan, Kecamatan Pakuniran itu.
Wartawan Serikat News Probolinggo
Menyukai ini:
Suka Memuat...