SERIKATNEWS.COM – Ratusan warga Desa Sidodadi, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, mengeluhkan dan menilai kinerja Penjabat Kepala Desa (PJ Kades) setempat bisa menimbulkan kegaduhan, hingga bisa menggangu ketertiban masyarakat sekitar.
Karena itu, sebanyak 425 masyarakat dan juga tokoh agama Desa Sidodadi meminta agar PJ Kades Sutomo yang bekerja dalam dua bulan terakhir untuk diganti. Hal itu dibumbui dengan adanya tandatangan warga sebagai tanda mengeluhkan kinerja.
Jaelani, salah satu warga setempat mengatakan, ada beberapa poin yang jadi puncak kinerja PJ Kades saat ini dikeluhkan hingga tidak dinginkan keberadaannya memimpin Desa Sidodadi. Salah satunya, pemberhentian seorang pengatur air tanpa adanya alasan apapun.
“Kalau orang sini menyebutnya ‘Loh benyuh’ atau uluh banyu atas nama Misdar itu diberhentikan tanpa ada alasan. Sehingga banyak petani yang mengeluh, karena Misdar ini kinerjanya sudah cocok ke masyarakat,” kata Jaelani kepada serikatnews.com, Minggu (15/1/2023).
Selain permasalahan itu, Jaelani menganggap PJ Kades bukannya menjalankan tugas pokoknya untuk kemaslahatan masyarakat, melainkan malah membangun kekuatan politik pro dan kontra, sehingga kondusifitas masyarakat panas dan terjadi banyak fitnah.
Oleh karena itu, sambungnya, masyarakat banyak yang bersedia memberikan dukungan atau petisi melalui tandatangan lalu dikirimkan ke pihak kecamatan untuk pergantian PJ Kades. Sebab, kata Jaelani, terpilihnya PJ Kades Sutomo juga tidak sesuai yang diharapkan warga.
“Jadi semenjak desa dipimpin oleh PJ Kades ini, gesekan gara-gara Pilkades kemarin kembali muncul lagi antar pendukung. Karena ulahnya dinilai cenderung memihak ke pendukung Calon Kepala Desa (Cakades) yang sebelumnya kalah,” tutur Jaelani.
Sementara itu, anggota BPD Sidodadi, Hidayat Asri Wijaya mengatakan, jika memang pihaknya diminta oleh masyarakat menjembatani keluhan dan keinginan untuk pergantian PJ Kades. Hal tersebut, sudah dilakukannya mempertemukan warga dengan Camat setempat.
Sejatinya, menurut dia, setelah Kepala Desa Mastuki meninggal dunia setelah 5 bulan dilantik, warga mengajukan 3 nama dijadikan PJ Kades. Seluruhnya, katanya, juga sudah diajukan ke Wakil Bupati Probolinggo, A. Timbul Prihanjoko, namun yang terpilih malah melenceng.
“Dari situ saja sebenarnya warga sudah kecewa, malah ditambah dengan situasi yang seperti ini. Ditambah lagi ada polemik seperti sekarang, jadi saya sudah jadi jembatan masyarakat untuk pergantian PJ Kades, dan suratnya juga sudah diberikan ke Camat, Dinas PMD, dan Wabup,” pungkasnya.
Wartawan Serikat News Probolinggo
Menyukai ini:
Suka Memuat...