Connect with us

Sosial-Budaya

Wamendes: Budaya Gotong Royong Jadi Modal Sosial Menghadapi Covid-19

Published

on

© Serikat News

SERIKATNEWS.COM – Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi mengaku terharu dengan solidaritas masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Di tengah kesulitan, selalu muncul solidaritas. Beberapa hari terakhir, saya banyak sekali mendapatkan kiriman gambar atau foto seperti ini. Ada ibu sepuh yang menaruh bungkusan mi instan di depan pagar rumahnya. Mempersilahkan siapa yang membutuhkan untuk mengambilnya,” ujar Budi, Sabtu (4/4/2020).

Wamen Budi mengatakan bahwa ada juga Keranjang Solidaritas dari warga Banjar Padang Tawang, Canggu, Kuta Utara, Bali. Keranjang ini mempersilakan orang yang membutuhkan untuk mengambil barang dalam keranjang tersebut. Adapun orang yang ingin berbagi bisa memasukkan barang-barang kebutuhan hidup ke dalam keranjang ini.

“Ini adalah salah satu contoh, Saya mendegar inisiatif seperti muncul dari segala penjuru,” imbuh Budi Arie.

Menurutnya, budaya gotong royong ini merupakan kekuatan terbesar bangsa Indonesia dalam menghadapi bencana, seperti saat pandemi Covid-19.

“Salah satu kekuatan kita sebagai bangsa adalah kita memiliki tradisi menyame braya, gotong royong, sambatan, yang masih hidup dalam berbagai komunitas. Ini adalah modal sosial yang sangat penting setiap terjadi bencana,” katanya.

“Saya ingat waktu gempa besar di DIY, kampung saya di Rejodani Sleman, membuat dapur umum untuk membantu saudara-saudara yang terkena musibah di Bantul. Dan ini dilakukan dengan secara voluntary,” imbuh pria kelahiran 1969 ini.

Selain itu, Wamendes kembali menyampaikan untuk menyetop arus mudik untuk menjaga desa terhindar dari Corona. Pasalnya, desa harus tetap menjadi pusat produksi untuk menyuplai barang-barang kebutuhan dasar khususnya pangan ke kota.

Menurutnya, penyetopan arus mudik ini juga membutuhkan solidaritas masyarakat. Salah satunya, para perantau yang tidak bekerja, mengurungkan niatnya kembali ke kampung karena tidak lagi khawatir hidup kekurangan di perantauan selama masa siaga Covid-19.

Advertisement

Popular