Connect with us

Opini

5 Sumber Daya Kekuatan Indonesia Menghadapi Covid-19

Published

on

Ilustrasi: Mojok.co

Indonesia adalah rumah besar bangsa yang ditopang dalam kemajemukan rakyat, serta berbagai agama, ras, suku, bahkan bahasa menjadi satu kekuatan dalam wadah yang sama, yaitu Indonesia. Indonesia sejak berdirinya mengalami sejarah panjang memeras tenaga dan pikiran untuk tetap berdiri tegak, agar diakui oleh bangsa-bangsa dunia, serta setara dan memiliki hak yang sama untuk dapat menjadikan negara yang maju dan makmur. Kemajuan dan kemakmuran menjadi cita-cita bangsa yang sejak dulu terus diusahakan bangsa Indonesia, yang hingga kini kita semua mengalami penderitaan kembali yaitu perang melawan Covid-19 demi kemajuan dan kemakmuran bangsa.

Bangsa yang sudah menginjak umur 74 tahun ini, akankah mengalami masa rentan atau sakit yang bertubi-tubi ibarat masa manusia mengalami penuaan, yang sulit diobati dan akhirnya mati meninggalkan nama. Covid-19 hadir bersamaan dengan usia bangsa yang sudah semakin tua dan seolah tak berdaya, berbagai cara bahkan semua bersatu atas nama bangsa. Perang melawan Covid-19 tanpa ada kepentingan politik apa pun demi kesehatan dan keselamatan bangsa. Semua menanggalkan kepentingan apa pun, bahkan jika ada yang berpandangan ini sebuah konspirasi politik atau keamanan militer pun tidak diterima, dan memang ini benar-benar hanya sebuah wabah Covid-19 yang mematikan.

Akhirnya pemerintah atas nama lembaga negara mengambil langkah cepat mulai dari kebijakan lockdown, social distancing, hingga buy medicine diterapkan dalam waktu yang tak terbatas hingga betul-betul penyebaran wabah Covid-19 hilang. Hal ini dilakukan bukan sekedar kebijakan dalam negeri saja, bahkan kebijakan luar negeri pun dibuat agar dibatasi keluar masuk wisata domestik.

Dalam kondisi yang sulit ini, Indonesia harus menutup diri baik di dalam maupun di luar negeri, yang pasti ini tidak mudah, bahkan lebih sulit dari keadaan ketika perang melawan Belanda atau Jepang pada awal kemerdekaan. Seluruh akses diplomatik ditutup dan tidak sembarangan melakukan komunikasi politik, bahkan jika dilakukan sama saja ‘bunuh diri’, karena terbuka dan melibatkan banyak pihak sehingga wabah Covid-19 dengan mudah menyerang dan berdampak hingga kepada kematian massal, seperti apa yang terjadi di Italia dan Iran.

Baca Juga:  Pemilihan Umum: Waktunya Masyarakat Menentukan Masa Depan Indonesia

Jika semua usaha sudah dilakukan selama 14 hari ke depan dan hasilnya justru menambah parah keadaan, maka bisa dipastikan kondisi bangsa Indonesia akan semakin sulit tak terkendali, perekonomian berhenti stagnan, keselamatan jiwa manusia Indonesia terancam, bahkan kita dipastikan akan meminta bantuan dari luar negeri kembali, dan pastinya dengan berbagai perjanjian baru yang mengikat. Hal ini sudah menjadi rumusan jika manusia sudah memasuki usia senja apalagi 74 tahun ibarat sakit, sudah tidak terselamatkan dan hanya pasrah kalau ada bantuan dari luar negeri sekalipun itu hanya sekedar bernafas sesaat, lalu diambil alih keseluruhan dan akhirnya mati tak berdaya, mau melawan dengan perang pun tak mungkin karena manusia telah habis duluan.

Untuk itu, satu-satunya jalan adalah mari Bangsa Indonesia kembali kepada jati-diri bangsa yang kuat terdapat dalam konsep nilai-nilai kebangsaan yang telah dirumuskan oleh para pendiri bangsa, yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD45. Nilai-nilai kebangsaan harus betul-betul dipegang erat oleh seluruh rakyat Indonesia dan kita saling percaya serta bahu-membahu dalam menghadapi perang terhadap Covid-19. Rakyat jangan mudah diadu-domba dan dihasut apalagi mencari proyek dengan asing dalam kondisi perang. Rakyat Indonesia harus sadar betul bahwa ada sumber-sumber yang sudah dimiliki bangsa ini dalam menghadapi bencana Covid-19, dan bencana-bencana lainnya.

Covid-19 adalah bagian dari salah satu bencana atau perang yang sudah banyak dihadapi Indonesia, untuk itu perlu kesadaran masyarakat bahwa kita mampu melewati ini semua demi bangsa yang besar dan berdaulat, bukan untuk kepentingan sesaat apalagi pribadi. Maka yang perlu disadari bahwa kita memiliki modal kuat dari sumber daya yang sudah sekian lama kita bangun, yaitu: Sumber Daya Alam, Sumber Daya Manusia, Sumber Daya Sosial, Sumber Daya Infrastruktur dan Sumber Daya Finansial.

Baca Juga:  Sangat Berbahaya Pemimpin dengan Pola Pikir Masyarakat Purba

Sumber Daya Alam, Indonesia memiliki banyak sumber daya alam dalam hal penanganan Covid-19 bisa memaksimalkan hasil alam dari rempah-rempah yang sudah terbukti untuk ketebalan tubuh manusia Indonesia seperti jahe, temulawak, bawang merah, jeruk nipis, sereh, dan berbagai jamu racikan yang sudah teruji untuk menanggulangi berbagai macam penyakit dan yang paling yakin bahwa semua hasil alam yang ada di Indonesia mampu menyembuhkan berbagai penyakit.

Sumber Daya Manusia, manusia Indonesia sejak reformasi memiliki berbagai macam kebebasan untuk dapat berkembang bahkan berbagai macam ahli di berbagai bidang bermunculan. Dalam kasus Covid-19 kita perlu yakin bahwa dunia kedokteran di Indonesia sudah lebih baik dan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang baik bagi masyarakat melalui Kementerian Kesehatan.

Sumber Daya Sosial, modal sosial bangsa Indonesia sejak dulu sudah teruji bahwa kita memiliki nilai budaya luhur seperti: tepo seliro, gotong royong, dan toleran, sebagai kekuatan untuk menghadapi kondisi apa pun termasuk dalam keadaan serangan wabah yang mematikan, yaitu Covid-19.

Sumber Daya Infrastruktur, infrastruktur sebagai modal dasar saat ini telah banyak pembangunan yang dibangun oleh pemerintah seperti berbagai macam fasilitas rumah sakit, puskesmas, dan klinik yang hampir di berbagai daerah di Indonesia ada.

Sumber Daya Finansial, kekuatan finansial Indonesia harus dibangun melalui kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menghadapi wabah Covid-19. Dengan memobilisasi bantuan dari berbagai pihak mulai dari sektor masyarakat, pengusaha lokal, swasta hingga pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dalam menghadapi musibah Covid-19.

Inilah kekuatan lima sumber daya yang dapat dipahami oleh berbagai pihak, agar Indonesia dapat cepat melewati musibah yang telah dialami, dan kita dapat kembali menatap Indonesia yang lebih baik untuk keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Advertisement

Popular